Lakukan Dengan fikiran

Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kinerja Bidan Koordinator Puskesmas dalam pencapaian cakupan K4 dan Pn di Kabupaten Indramayu Tahun 2010.


 

  1. A.      Latar Belakang

Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Neonatus (AKN), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKABA) merupakan beberapa indikator status kesehatan masyarakat. Dewasa ini AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Menurut data Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) 2007, AKI 228 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH), AKB 34 per 1.000 KH, AKN 19 per 1.000 KH, AKABA 44 per 1.000 KH. (Depkes, 2009).

Berdasarkan kesepakatan global (Millenium Development Goals/MDGs, 2000) pada tahun 2015 diharapkan AKI menurun sebesar tiga-perempatnya dalam kurun waktu 1990-2015, AKB dan AKABA menurun sebesar dua-pertiga dalam kurun waktu 1990-2015. Berdasarkan hal itu Indonesia mempunyai komitmen untuk menurunkan AKI menjadi 102/100.000 KH, AKB menjadi 23/1.000 KH, dan AKABA 32/1.000 KH pada tahun 2015. (Depkes, 2009).

Menurut Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat (2008) pada tahun 2007 di jawa Barat AKB menunjukkan angka yang cukup tinggi, yaitu mencapai 39/1.000 KH, dan AKI sebesar 321/100.000 KH. Sedangkan di Kabupaten Indramayu data hasil pencatatan dan pelaporan kematian ibu dan bayi dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010 cenderung mengalami fluktuatif,

dapat dilihat dalam grafik sebagai berikut :

 

Grafik 1

Jumlah Kematian Ibu dan Bayi Di Kab.Indramayu

Tahun 2005-2010

 

 

Sumber : Laporan Evaluasi KIA Dinkes Kab. Indramayu Tahun 2010

 

WHO memperkirakan bahwa 15-20 persen ibu hamil baik di negara maju maupun berkembang akan mengalami risiko tinggi dan/atau komplikasi. Salah satu cara yang paling efektif untuk menurunkan angka kematian ibu adalah  dengan meningkatkan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan terlatih. Data Susenas (2009) persentase persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan  77,34 %. Angka tersebut terus meningkat menjadi 82,3 persen pada tahun 2010. (Bappenas, 2010).

Demikian juga dengan pelayanan antenatal (antenatal care/ANC) penting untuk memastikan kesehatan ibu selama kehamilan dan menjamin ibu untuk melakukan persalinan di fasilitas kesehatan. Data presentase ibu hamil yang mendapatkan pelayanan antenatal sesuai standar paling sedikit 4 kali (cakupan K4)  pada tahun 2009 adalah 81,5 %. (Bappenas, 2010).

Di Provinsi Jawa Barat hasil Pencapaian Indikator KIA pada tahun 2009 tercatat  K4 85,25% dan Persalinan oleh tenaga kesehatan (Pn) 75,28%. (Yankesdas, 2010). Sedangkan hasil Pencapaian Indikator KIA (Kesehatan Ibu dan Bayi, 2011), di Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu pada tahun 2009 tercatat K4 78,9 % dan Pn 77,2 %, pada tahun 2010 tercatat  K4 79,8%, dan Pn 78,9%. Hasil cakupan K4 di Indramayu masih belum mencapai target yang ditetapkan , dimana target untuk tahun 2010  menurut Inpres no 1 dan 3 cakupan  K4  84 % dan Pn 84 %.

Dengan cakupan K4 dapat diketahui cakupan pelayanan antenatal secara lengkap memenuhi standar pelayanan dan menepati waktu yang ditetapkan, yang menggambarkan tingkat perlindungan ibu hamil disuatu wilayah disamping menggambarkan kemampuan manajemen ataupun kelangsungan program Kesehatan Ibu dan Anak (KI,A). Sedangkan dengan cakupan Pn dapat deperkirakan proporsi persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan dan ini  menggambarkan kemampuan manajemen program KIA dalam persalinan sesuai standar. Analisis dalam pencapaian cakupan dapat mengiindikasikan kinerja bidan dan membantu bidan dalam meningkatkan kinerja terutama pencapaian cakupan K4, Pn atau indikator lainnya. (Depkes, 2009).

Bidan dinilai sebagai tenaga yang sangat strategis dalam penurunan AKI sehingga kinerja perlu selalu ditingkatkan. Menurut Gibson, et all (1992) ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang antara lain : faktor individu (kemampuan, keterampilan, latar belakang keluarga, pengalaman tingkat sosial dan demografi seseorang), faktor organisasi (struktur organisasi, desain pekerjaan, kepemimpinan, sistem penghargaan), dan faktor psikologi (persepsi, peran, sikap, kepribadian, motivasi, dan kepuasan kerja). Demikian juga menurut Robbins (2003) karakteristik individu misalnya umur, jenis kelamin, status perkawinan, masa kerja, kemampuan fisik dan intelektual.

Pada tahun 2010 dari 49 Puskesmas di Kabupaten Indramayu  hanya 12 Puskesmas yang cakupan K4 dan Pn nya memenuhi target untuk tahun 2010. Hal ini tentu berdampak kepada cakupan Kabupaten Indramayu yang masih rendah dari target tahun 2010. Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan olek Seksi Kesehatan Ibu dan Bayi (KIB) ke Puskesmas, teridentifikasi  salah satu masalahnya adalah kurang optimalnya peran Bidan Koordinator Puskesmas dalam melakukan pembinaan kepada Bidan di Desa baik klinis maupun manajemen program KIA. Ditemukan beberapa permasalahan yang berkaitan dengan kinerja Bidan Koordinator Puskesmas  yang cakupannya masih belum mencapai target  diantaranya kurang pembinaan ke Bidan di Desa karena Bidan Koordinatornya masih muda sehingga kurang dipedulikan oleh Bidan di Desa, berbeda dengan bidan senior yang cenderung lebih dipedulikan oleh Bidan di Desa, pengetahuan Bidan Koordinator tentang manajemen program KIA masih kurang, pelatihan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan tidak berpengaruh banyak pada peningkatan cakupan maupun kinerja Bidan Koordintaor Puskesmas, kurangnya perhatian dan dukungan dari Kepala Puskesmas terhadap program KIA, lingkungan yang tidak kondusif dan tidak adanya dukungan dari teman sejawat membuat Bidan Koordinator Puskesmas tidak bersemangat menjalankan peran dan fungsinya sehingga kurang motivasi untuk meningkatkan kinerjanya.  (KIB, 2010)

Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan ada 3 faktor yang berpengaruh terhadap kinerja seseorang yaitu faktor individu, faktor organisasi, dan faktor psikologi, oleh karena itu peneliti tertarik untuk melakukan penelitan “Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kinerja Bidan Koordinator Puskesmas dalam pencapaian cakupan K4 dan Pn  di Kabupaten Indramayu Tahun 2010.“

Oleh : SRI ANUGRAENI, S.ST

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s