Lakukan Dengan fikiran

SAP 2


Mata Kuliah : Asuhan Kebidanan II (Persalinan)

Pokok Bahasan : konsep Dasar Asuhan Kebidanan

Sub Pokok Bahasan :  –   Pengertian Persalinan

–      Sebab Mulainya Persalinan

–      Tujuan Asuhan Persalinan

–      Tanda-tanda persalinan

–     Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persalinan

Waktu : 180 Menit

Pengajar : Yuyun Sri Nurhayyatun

Objektif Perilaku Siswa (OPS) :

Setelah mengikuti perkuliahan ini, diharapkan mahasiswa mampu memberikan asuhan kebidanan pada Perempuan sepanjang siklus kehidupannya berdasarkan evidence base dalam prerspektif gender dan HAM dengan menggunaka ilmu terkini dan teknologi tepat guna terutama pada asuhan intranatal care.

Referensi :

  1. JNPK-KR, Depkes RI. 2008. Asuhan Persalinan Normal. Jakarta
  2. Uliyah, Musrifatul dkk. Keterampilan Dasar Praktek Klinik Untuk Kebidanan. Salemba Medika. Jakarta
  3. Manuaba, Ida Bagus Gde, (1998), Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan KB untuk Pendidikan Bidan, Jakarta : EGC

Tingginya angka kesakitan dan kematian ibu di banyak negara berkembang, terutama disebabkan oleh perdarahan pacapersalian, eklampsia, sepsis, dan komplikasi. Sebagian beasar penyebab utama kesakitan dan kematian ibu tersebut sebenarnya dapat dicegah memalui upaya pencegahan yang efektif.

Asuhan kesehatan ibu selama dua dasawarsa terakhir terfokus pada Keluarga Bencana, Asuhan Antenatal Terfokus, Asuhan Pascakeguguran, Pesalinan yang Bersih dan Aman serta Pencegahan Komplikasi, dan Penatalaksanaan Komplikasi. Fokus Asuhan Persalinan Normal adalah persalinan bersih dan aman serta mencegah terjadinya komplikasi. Hal ini merupakan pergeseran paradigma dari menunggu terjadinya dan kemudian menangani komplikasi, terjadi pencegahan komplikasi. Persalinan bersih dan aman serta pencegahan komplikasi selama dan pasca persalinan terbukti mampu mengurangi kesakitan atau kematian ibu dan bayi baru lahir.

Jika semua penolong persalinan dilatih agar kompeten untuk melakukan upaya pencegahan atau deteksi dini secara aktif terhadap berbagai komplikasi yang mungkin terjadi, memberikan pertolongan secara adekuat dan tepat waktu, dan melakukan upaya rujukan secara dimana ibu masih dalam kondisi yang optimal maka semua upaya tersebut dapat secara bermakna menurunkan jumlah kesakitan atau kematian ibu dan bayi baru lahir.

URAIAN MATERI

1. KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN PERSALINAN

  1. A. Pengertian Persalinan

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin & uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).

Persalinan normal adalah proses dimana bayi, plasenta, dan selaput ketuban keluar dari jalan ;uterus ibu, dianggap normal jika prosesnya terjadi pada usia kehamilan cukup bulan (setelah 37 minggu) yanpa disertai adanya penyulit yang dimulai (inpartu) setelah uterus berkontraksi  dan menyebabkan perubahan pada serviks (membuka dan menipis) dan berakhir dengan lahirnya plasenta secara bertahap.

Bentuk persalinan diantaranya:

  • Persalinan spontan à bila persalinan berlangsung dengan kekuatan ibu sendiri.
  • Persalinan buatan à bila persalinan berlangsung dengan bantuan tenaga dari luar mis. Forsep, Vacum Extrasi, SC.
  • Persalinan Anjuran à bila kekuatan yang diperlukan untuk persalinan ditimbulkan dari luar dengan jalan rangsangan.

Beberapa intilah yang berkaitan dengan umur kehamilan dan berat janin yang dilahirkan sebagai beikut :

  • Abortus à terhentinya dan dikelurkannya hasil konsepsi kurang dari 28 minggu (22-28 minggu) berat bayi antara 500-1000 gr.
  • Persalinan prematuritas à persalinan sebelum umur 28-36 minggu (< 37 minggu) berat janin antara 1000 gr atau < 2500 gr.
  • Persalinan aterm à persalinan umur kehanilan antar 37 minggu – 42 minggu berat janian > 2500 gr.
  • Persalinan serotinus à persalinan lebih dari 42 minggu.
  • Persalinan presipitatus à persalinan cepat < 3 jam

Istilah-istilah yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan :

  • Gravida à wanita yang sedang hamil.
  • Primigravida à wanita yang sedang hamil pertama kali.
  • Paraà wanita yang pernah melahirkan bayi aterm.
  • Primipara à wanita yang telah melahirkan bati aterm satu kali.
  • Multipara à wanita yang pernah melahirkan anak hidup beberapa kali tidak lebih dari 5.
  • Grandemulti à wanita yang pernah melahirkan janin aterm lebih dari 5 x.

Dalam penulisan G……P……A…..

  1. B. Sebab mulainya persalinan

Penurunan kadar progesteron menimbulkan relaksasi otot-otot rahim, sedangkan estrogen meninggi yang dapat meningkatkan kerentanan otot rahim, selama kehamilan adanya kesinambungan anatara progesteron dan estrogen di dalam darah, tetapi saat akhir kehamilan kadar progesteron menurun sehingga timbul his. Perlu diketahui bahwa hormon yang dominan saat hamil adalah estrogen dan progesteron.

  • Ø Estrogen :

–  Dapat meningkatkan sensivitas otot rahim

– Memudahkan rangsangan dari luar seperti rangsangan oxytosin, prostaglandin, rangsangan mekanis.

  • Ø Progesteron

–       Menurunkan sensivitas otot rahim

–       Menyulitkan penerimaan rangsangan dari luar seperti oxytosin, prostaglandin, rangsangan mekanis.

–       Menyebabkan otot rahim dan otot polos relaksasi.

  • Ø Teori oxytosin internal

–       Pada kahir kehamilan kadar oxytosin bertambah oleh karena itu timbul kontraksi.

–       Oxytosin dikeluarkan oleh kelenjar hipofisis parst posterior.\

–       Perubahan kesinambungan estrogen dan progesteron dapat mengubah sensivitas otot rahim, sehingga sering terjadi kontraksi Braxton Hicks.

–       Menurunnya progesteron akibat tuanya kehamilan maka oxytosin dapat meningkatkan aktifitasnya maka terjadilah persalinan.

  • Ø Teori prostaglandin

–       Prostaglandin dihasilkan oleh desidua, meningkat setelah usia kehamilan15 minggu.

–       Pemberian prostaglandin saat hamil dapat menimbulkan kontraksi otot rahim sehingga hasil konsepsi dikeluarkan.

–       Prostaglandin dianggap dapat merupakan pemicu terjadinya persalinan.

  • Ø Teori keregangan

–       Otot rahim mempunyai kemampuan meregang dalam batas tertentu.

–       Setelah melewati batas terjadi kontraksi sehingga persalinan dimulai.

–       Contohnya pada hamil ganda sering terjadi kontraksi setelah keregangan tertentu, sehingga menimbulkan proses persalinan.

  • Ø Pengaruh  janin

–       Hipotalamus-pituitari dan kelenjar suprarenalis janin merupakan pemicu terjadinya kehamilan, oleh karena bayi ancephalus kehamilan sering lebih lama karena tidak terbenruk hipotalamus.

Pembagian Tahapan persalinan :

þ Kala I atau kala pembukaan dimulai dari his persalinan permulaan sampai pembukaan lengkap.

þ Kala II pengeluaran dimulai dari pembukaan lengkap sampai lahir bayi.

þ Kala III kala uri dimulai lahirnya bayi sampai lahirnya plasenta dan selaput ketuban.

þ Kala IV dimulai setelah lahirnya plasenta dan berakhir dua jam setelah plasenta itu.

  1. C. Tujuan asuhan persalinan

Tujuan asuhan persalinan normal adalah menjaga kelangsingan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bayi ibu dan bayinya melalui upaya yang intelegensj dan lengkap namu menggunakan intervensi yamg seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat seoptimal mungkin.  Pada APN harus ada alasan yang kuat dan bukti-bukti manfaat apabila akan melakukan intervensi terhadap proses persalinan.

  1. D. Tanda-tanda persalinan
  • Kekuatan his semakin sering teratur dan jarak kontraksi semakin panjang semakin pendek.
  • Dapat terjadi pengeluaran tanda yaitu pengeluaran lendir, lendir bercampyr darah (blood show), dapat disertai ketuban pecah.
  • Pada pemeriksaan dalam dijupai perubahan serviks  yaitu perlunakan serviks, pendataran serviks dan terjadilah pembukaan serviks.
  1. E. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persalian
  2. Passage (jalan lahir)
  • Ukuran panggul
  • Otot dasar panggul
  1. Power (kekuatan)
  • His
  • Tenaga mengejan
  1. Passanger (penumpang)
  • Janin
  • Pasenta
  • Air ketuban

Panggul wanita terdiri dari :

–     Bagian keras yang dibentuk tulang

–     Bagian lunak yang dibentuk oleh otot-otot dan ligamentum

Bagian keras dibentuk oleh 4 buah tulang :

–     2 tulang pangkal paha (os coxae)

–     1 tulang kelangkan ( os sacrum)

–     1 tulang tungging ( os coccygis)

a.  Tulang pangkal paha (os coxae)

Tulang pangkal paha terdiri dari 3 buah tulang yang berhubungan anatara satu dengan yang lainnya pada acetabulum ialah cawan untuk kepala tulang paha (caput femoralis) :

–     Tulang usus (os ilium)

–     Tulang duduk (os ischius)

–     Tulang pubis (os pubis)

v  Tulang usus :

Merupakan tulang terbesar dari panggul dan membentuk bagian atas dan belakang dari panggul.

Gambar…..Panggul

Batas atasnya merupakan pinggir tulang yang tebal disebut crista iliaca.

Ujung depan maupun belakang dari crista iliaca disebut spina iliaca superior dan spina iliaca posterior superior.

Sedikit di bawah spina iliaca anterior superior terdapat tonjolan lagi ialah spina iliaca anterior inferior sedangkan di bawah spina iliaca posterior inferior terdapat tekik yang disebut insisura ischiadika mayora.

Pada os ilium terdapat lajur ialah ineo innonimata (linea terminalis) yang menjadi batas antara panggul besar dan panggul kecil.

v  Tulang duduk

Terdapat sebelah belakang dari tulang usus, pingginr belakang ialah spina ischiadika, dibawah spina ischiadika terdapat inschicyra ischiadika minor.

Pinggir bawah tulang duduk sangat tebal, bagian inilah yang mendukung berat badan kalau kita duduk dan disebut tuber ishiadikum.

v  Tulang pubis (kemaluan)

Terdapat sebelah bawah dan depan dari tulang usus dengan tulang duduk, tulang ini membatasi sebuah lubang dalam tulang panggul yang dinamakan foramen obturatorium. Tangkai tulang kemaluan yang berhubungan dengan tulang usus disebut ramus superior ossis pubis. Sedangkan yang berhubungan dengan tulang duduk disebut ramus inferior ossis pubis. Ramus inferior kiri dan kanan membentuk arcus pubis.

v  Perhubungan tulang pangkal paha

Tulang pangkal paha berhubungan dengan tulang kelangkang dengan perantara persendian articulatio sacroiliaca dan berhubungan pula dengan jaringan pengikat yang dari tulang kelangkang pergi ke tulang usus maupun tulang usus.

Dari permukaan belakang kelangkang ke tulang usus disebut :

–     Lig sacro ilica anterior

–     Lig ilio lumbalis

–     Lig sacro iliaca interossea

Dari tulang kelangkang ke spina ischiadica ialah lig sacro spinosum, dari tulang kelangkang ke tuber ischiadika ialah lig sacro tuberosum, tulang paha kiri dan kanan di hubungkan oleh sympisis pubis.

b.  Tulang kelangkang (sakrum)

Tulang kelangkang berbentuk  segi tiga melebar di atas meruncing ke bawah. Tulang kelangkang terletak sebelah belakang antara kedua pangkal paha. Tulang ini terdiri dari lima ruas tulang yang senyawa, permukaan depannya cekung dari atas ke bawah maupun dari samping ke samping. Kiri dan kanan dari garis tengah tampak lima buah lubang yang disebut foramina sacramina anteriora. Lubang ini dilalui urat-urat syaraf yang akan membentuk flexsus sacralis dan pembuluh darah kecil.

Flexsus sakralis ini melayani tungkai oleh karena itu kadang penderita merasa nyeri atau kejang kaki, jika flexsus ini tertekan waktu kepala turun ke dalam rongga panggul. Permukaan belakang tulang kelangkang gembung dan kasar.

Di garis tengahnya terdapat deretan curat curat duri ialah crista sacralis. Ke atas tulang kelangkang berhubungan dengan kedua tulang pangkal paha dengan perantaraan articulatio sacro iliaca ke bawah dengan tulang tunging.

  1. Tulang tungging ( coccygis)

Berbentuk segi tiga dan terdiri dari 3-5 ruas yang bersatu. Pada persalinan pada ujung tulang tungging dapat ditolak sedikit ke belakang, hingga ukuran pintu bawah panggul bertambah besar.

PANGGUL KECIL ( PELVIS MINOR)

Untuk lebih mengerti bentuk-bentuk dari panggul kecil dan untuk menentukan tempat bagian depan anak dalam panggul, maka telah ditentukan 4 bidang :

v Bidang atas panggul

v Bidang luas panggul

v Bidang sempit panggul

v Bidang bawah panggul

1.  PINTU ATAS PANGGUL

PAP adalh batas dari pinggul kecil, bentuknya bulat oval. Batas-batasnya : promotorium, sayap sacrum, linea innominata, ramus superior ossis pubis dan pinggir atas symphisis.

Biasanya 3 ukuran ditentukan dari PAP :

  • Ukuran muka belakang diameter anterior posterior – konyugata vera panjangnya 11 cm dari promotorium ke pnggir atas sympisis conyugata obstetrika antara promotorium dengan tonjolan sympisis sedikit dibawah pinggir atas sympisis ini sangat penting. Pada wanita hidup conyugatavera idak dapat diukur langsung tapi dapat diperhitungkan dari conyugata diagonalis dari promotorium ke pinggir bawah sympisis CV = CD – (1,5 cm – 2 cm).
  • Ukuran melintang yaitu jarak antara linea terminalis (diameter tranversal) adalah ukran terbesar antara linea innominata di ambil tegak lurus pada ci=onjungsts vera (12,5 – 13 cm.
  • Ukuran serong (diameter obliqua) dari articulatio sacro iliaca ke tuberculum pumicum dari belahan panggul yang bertentangan (12,5 – 13 cm)

Bentuk pintu atas panggul dengan ukurannya :

ü Distantia cristarum 28 cm

ü Distansia spinarum 25 cm

ü Konyugata vera 11 cm

ü Distansia tranversum 13 cm

ü Distansia oblique 12 cm

2.  BIDANG LUAS PANGGUL

Bidang terluas dalam panggul wanita membentang antara pertengahan sympisis menuju pertemuan tulang belakang (os sacrum) ke dua dan ketiga ukuran muka belakang 12,75 cm dan ukuran melintang 12,5 cm karena tidak ada ukuran kecil maka bidang ini tidak menimbulkan kesukaran dalam persalinan.

Bidang luas panggul melalui pertengahan sympisis ke pertemuan dari vertebre sacrales 2 dan 3.

3.  BIDANG SEMPIT PANGGUL

Bidang dengan ukuran yang sempit panggul terkecil. Bidang ini terdapat setinggi pinggir bawah sympisis kedua spinae ischiadika dan memotong sacrum 1 – 2 cm di atas ujung sacrum. Ukuran muka belakang 11,5 cm, ukuran melintang 10 cm dan diameter sagitalis posterior ialah dari sacrum ke pertengahan antara spina ischiadika 5 cm, bidang ini merupakan titik putar dari PAP menjadi PBP pada kesempitan PBP bidang ini mengalami penyempitan bidang.

4.  PINTU BAWAH PANGGUL

Pintu bawah panggul bukan satu bidang tetapi terdiri dari dua segitiga dengan dasar yang sama ialah garis yang menghubungkan kedua tuber ischiadikum kiri kanan. Segitiga depan dasarnya tuber ossis ischiadica dengan dibatasi arcus pubis. Segitiga belakang adalah ujung os sacrum, sisiny adalah ligamentum sacro tuberosum kiri kanan.

Pada pintu bawah panggul ditentukan ada 3 ukuran :

a.  Ukuran muka belakang dari pinggir bawah sympisis menuju ujung tulang kelangkang (ujung sacrum) 11,5 cm.

b.  Ukuran melintang ukuran antara tulang ischidicum kiri kanan sebelah dalam 10 cm.

  1. Diameter sagitalis posterior ujung tulang kelangkang (os sacrum) ke pertengahan ukuran melintang 7, 5 cm.

Inclinatio pelvis yang dimaksud yaitu miring panggul. Sudut antara PAP dengan bidang sejajar tanah, pada wanita yang berdiri sudut ini 55 derajat.

Sumbu panggul à jika di hubungkan titik tengah bidang di dalam panggul maka akan mendapatkan sebuah garis yang lurus sebelah atas sampai pada satu titik  sedikit di atas spina ischiadika kemudian melengkung ke depan di daerah PBP perbedaan panjang 4,5 cm bagian depan dan 12,5 cm bagian belakang, disamping itu terdapat perubahan ukuran PAP yang lebih panjang ke samping dan PBP dengan ukuran muka belakang lebih panjang, situasi demikian seolah-olah terjadi perputaran 90 derajat dari PAP menjadi PBP.

Bidang hodge

Untuk menentukan berapa jauhnya bagian depan janian turun ke dasar panggul Hodge menentukan bidang penurunan.

  • H I = bidang yang sama dengan PAP
  • H II = bidang sejajar dengan H I setinggi bawah sympisis
  • H III = bidang sejajar dengan H I setinggi spina ischiadika
  • H IV = bidang sejajar dengan H I setinggi ujung tulang kelangkang sacrum (os cocsygis)

Faktor Janin

Pertumbuhannya dipengaruhi oleh :

a)     Faktor ibu

–     Keadaan kesehatan ibu saaat hamil

–     Penyakit yg menyertai saat kehamilan

–     Penyulit kehamilan

–     Kelainan pada uterus

–     Kehamilan tunggal atau ganda

–     Kebiasaan ibu (merokok / alkohol)

b)     Faktor janin

–     Jenis kelamin

–     Penyimpangan genetik, kelainan kongeniatal, pertumbuhan yang abnormal.

–     Infeksi intrauterin

c)     Faktor plasenta

Insufisiensi plasenta dari plasenta bisa menyebabkan malnutrion intrauterin, plasenta adalah akarnya janin, karena itu plasenta sangat penting untuk menjamin kesehatan dalam rahim yang ditetapkan indeks plasenta.

Indeks plasenta =    Berat plasenta

Berat janin

Pada kehamilan 20 minggu index plasentanya 0,30; 28 minggu index plasentanya 0,25; pada 38 minggu 0,15; makintua makin rendah artinya plasenta makin kurang mampu memberikan nutrisi kepada janin apalagi jika terkena penyakit pada saat kehamilan, komplikasi yang perlu mendapat perhatian : kehamilan dengan diabetes, dengan hipertensi, serotinus, pre eklampsi / eklampsi, dengan infeksi virus, malaria, sifilis, GO.

KESIMPULAN

KONSEP DASAR ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU DALAM MASA PERSALINAN

Persalinan adalah proses pengeluaran hasil konsepsi (janin & uri) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir dengan bantuan atau tanpa bantuan (kekuatan sendiri).

Tujuan asuhan persalinan normal adalah menjaga kelangsingan hidup dan memberikan derajat kesehatan yang tinggi bayi ibu dan bayinya melalui upaya yang intelegensj dan lengkap namu menggunakan intervensi yamg seminimal mungkin agar prinsip keamanan dan kualitas pelayanan dapat terjaga pada tingkat seoptimal mungkin.

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSALINAN :

Passage (Jalan Lintas)

Power ( Kekuatan)

Passanger ( penumpang)

EVALUASI

1.  Yang dimaksud dengan persalinan buatan adalah……

a. Persalinan berlangsung atas kekuatan sendiri.

b. Kehamilan yang berbahaya apabila dilanjutkan.

c. Persalinan berlangsung dengan bantuan tenaga luar.

d. Pemberian infus advis dokter.

2.  Apa fungsi hormon progesteron pada ibu hamil ..…

a. Meningkatkan sensivitas otot rahim, mudah terangsang dari luar.

b. Menurunkan sensivitas rahim, menyulitka penerimaan rangsangan dari luar, otot menjadi relaksasi.

c.  Pemicu keluarnya oksitosin.

d.  Pengarynya terhadap hipotalamus untuk mengeluarkan prostaglandin.

3.  Tujuan asuhan persalinan adalah ….

a. Tercapainya kelangsungan hidup & kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayi, melalui upaya yang terintegrasi dengan intervensi minimal.

b. Tercapainya kelangsungan hidup & kesehatan yang tinggi bagi ibu dan bayi, melalui upaya yang terintegrasi dengan intervensi tinggi.

c.  Asuhan persalinan yang rutin dilakukan sampai ada doranteknus.

d. Tercapainya kelangsungan hidup & kesehatan ibu dan bayi.

4.  Faktor apa saja yang mempengaruhi persalinan….

a. passage, power, passangeri

b. pengaruh janin, plasenta, air ketuban.

c.ukuran panggul dan otot dasar panggul.

d. tenaga mengejan.

5.  Bagian panggul wanita terdapat bagian keras yang dibentuk oleh tulang…..

a. tulang usus, tulang duduk, tulang tungging, tulang lumbal.

b. os coccxae 2 buah, os sacrum, os coccygis

c. os cocygis, tulang usus, tulang sacrum.

d. os pubis, osxoae, os sacrum, tlang usus

2 responses

  1. Kuswati

    tks untuk kiriman blognya.

    27 September 2011 pukul 8:40 AM

  2. r.partino

    terima kasih atas artikel sap nya

    12 Maret 2011 pukul 3:47 AM

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s