Lakukan Dengan fikiran

MANAGEMAN BREATHING


1. DEFINISI
Pernafasan merupakan pertukaran gas yang terjadi pada saat bernafas untuk pertukaran oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida dari tubuh.
Breating merupakan suatu kesatuan dari proses oksigenasi dan ventilasi, tanpa oksigenasi yang adequate ventilasi akan terganggu begitu juga bila tanpa ventilasi yang adequate maka oksigenasi akan menjadi sia-sia.

2. ETIOLOGI
Penyebab terjadinya gangguan pernapasan adalah:
 Edema lidah
 Sumbatam lidah
 Edema laryngeal
 Abses peritonsil
 Karsinoma leher
 Sekresi berlebih
 Gangguan serebral
 Trauma fasial, trauma tracheal dan laryngeal
 Aspirasi benda asing
 Luka baker leher
 Anaphilaktik

3. TANDA-TANDA BRETING / VENTILASI TERGANGGU
a. look (lihat)
– naik turunya dada simetris atau tidak
– pergerakan dinding dada adequate atau tidak
– asimetris menunjukan adanya splinting atau flail chest

b. listen (dengar)
lakukan dengan stetoskop untuk mendengarkan pergerakan udara pada kedua paru penurunan atau tidak terdengarnya suara nafas pada satu atau kedua hemitorak
c. feel (raba)
merupakan tanda akan adanya cedera dada (pernapasan trauma).takipneu mungkin menunjukan kekurangan oksigen.
menjamin terbukanya air way merupakan langkah penting pertama untuk pemberian oksigen pada penderita.bila air way sudah terbuka, maka proses pernapasan yang terganggu akan menjadi penyebab kematian yang potensial. Kecepatan pernapasan normal pada manusia adalah:
dewasa : 12 – 20 x/menit
anak : 15 – 30 x/menit
neonatus: 30 – 50 x/menit

Penilaian fungsi respirasi:
1. frekuensi
takipneu adalah manipestasi awal distress pernapasan, ini merupakan usaha konpensasi terhadap proses akan terjadinya asidosis metabolic.frekuensi nafas yang sangat lambat dan ireguler sering terjadi pad ahipotermi, kelelahan dan depresi SSP, dan setiap penurunan frekuensi nafas dan ireguler merupakan tanda perburukan keadaan klinik.
2. mekanik usaha pernapasan
 meningkatnya usaha nafas ditandai dengan respirasi cuping hidung, retraksi dinding dada, keadaan ini sering dijumpai pada obstruksi jalan nafas dan penyakit alveolar.
 anggukan kepala keatas (head bobbing), merintih (gunting),stridor, ekspirasi memanjang menandakan telah terjadi gangguan mekanik usaha pernapasan.
3. warnakulit / membrane mukosa dan suhu
Pada keadaan perpusi jelek dan hipoksemia warna kulit tubuh terlihat berbecak (mottled),tanagn dan kaki terlihat kelabu pucat dan teraba dingin
4. PENATALAKSANAAN KEGAWATAN
 Basic life support
Upaya ini merupakan tindakan dini kegawatan pada penderita diluar rumah sakit
Pembebasan jalan nafas
Bantuan pernapasan
Upaya perbaikan sirkulasi
 Bantuan pernapasan (breathing)
Perhatikan penderita bernapas dengan 3M
Melihat pergerakan dada dan perut
Mendengarkan ekspirasi dengan mendekatkan telinga pemeriksa kemulut atau kehidung penderita
Merasakan aliran udara ekspirasi
Bila tidak terdapat napas spontan lakukan pernapasan bantuan dengan cara :
 Bebaskan jalan napas
 Oksigenasi
Indikasi pemberian oksigen:
• Pada saat resusitasi jantung paru (RJP)
• Pada setiap penderita trauma berat
• Setiap penderita nyeri precordial/nyeri dada
• Gangguan paru (seperti astma,COPD)
• Gangguan jantung (seperti decomp cordis)
Cara pemberian oksigen:
o Nasal canul
Pemberian oksigen melalui nasal kanul tidak boleh melebihi 6 liter/menit.pemberian oksigen diatas itu akan menyebabkan iritasi mukosa hidung dan tidak akan berguna untuk meningkatkan kadar O2
o Face mask (masker wajah)
Pemberian O 2 melalui face mask lebih baik dibandingkan dengan kanul hidung, karena konsentrasi O2 yang dihasilkan lebih tinggi pemberian ini harus 10-12 liter.
 Ventilasi
Bantuan ventilasi diberikan pada penderita yang tidak dapat bernapas spontan,pemberian nafas buatan dapat dilakukan dengan cara :
o Mouth to mouth / mouth to nose
Harus menggunakan barier device sebagai perantara antara penolong dan penderita. Cara langsung sudah ditinggalkan, karena berpotensi tinggi untuk menyebarkan penyakit (infeksi paru –paru,HIV,hepatitis, dll).alat perantara tersebut mempunyai katup searah yang mencegah penolong menelan gas ekspirasi maupun cairan dari penderita.
o Bag-valve-mask (@Ambubag)
Menggunakan kantung yang di pompa untuk memasukan udara kedalam paru-paru penderita.sumber O2 langsung disambungkan kedalam bag,maka bila penderita menggunakan nasal kanul harus dilepas selama mendapatkan bantuan nafas debgan ambubag.pemberian udara pernafasan juga tidak boleh keras dan tiba-tiba, agar pintu esophagus tidak terangsang , sehingga tidak terjadi regurgitasi isi lambung.penderita juga harus diberi kesempatan untuk melakukan ekspirasi, maka penderita tidak sadar/ pernafasan spontan hilang, ritme yang terbaik adalah mengikuti irama nafas penolong sendiri.

 Resusitasi jantung paru
Bila tidak bernapas spontan berikan pernapasan buatan dibantu dengan ambubag, bila tidak disertai dengan kompresi dada / TB frekuensinya sesuai dengan frekuensi pernafasan normal 20-24 x / menit.bila disertai dengan kompresi dada gunakan aturan 5x untuk kompresi dada dan 1kali untuk ventilasi atau 15 kali untuk kompresi dada dan 2x untuk ventilasi bila dilakukan oleh 1 orang. Kompresi dada dilakukan dengan kedua tangan penolong saling menumpu pada dada penderita 2 cm dari proccesus xyphoideus hemitorak kiri dengan kekuatan kompresi pada bahu atau badan bagian atas penolong. Posisi penolong sejajar dengan tubuh penderita bisa sisi kiri atau kanan.

Resusitasi ini bisa dikerjakan sendiri atau lebih bila dilakukan sendiri pergunakan hitungan 15:2, bila dilakukan oleh 2 orang pergunakan hitungan 5:1. sedangkan bila penderita sudah menggunakan air way definitive, frekuensi kompresi dada 80-100 x / menit, sedangkan frekuensi pernapasan atau ventilasi disesuaikan dengan frekuensi pernapasan penolong 20-24x / menit.
 Mungkin diperlukan intubasi endrotakheal untuk mempertahankan jalan nafas agar tetap terbuka dan untuk mempermudah ventilasi tekanan positip
 Trakheostomi dilakukan pada obstruksi jalan nafas bagian atas yang berat dan tidak dapat diatasi dengan ventilasi

Pada penderita trauma thorak, kelainan – kelainan yang dapat mengakibatkan gangguan ventilasi berat harus kita tangani segera mungkin agar proses ventilasi tidak terganggu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s