Lakukan Dengan fikiran

Diabetes Militus


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

A. Latar Belakang

Pada dasarnya DM disebabkan oleh hormon insulin penderita yang tidak mencukupi atau tidak efektif sehingga tidak dapat bekerja secara normal. Padahal iinsulin mempunyai peran utamma mengatur glukosa dalam darah yaitu sekitar 60-120 mg/dl waktu puasa dan dibawah 140 mg/dl pada 2 jam setelah makan (pada orang normal).

Insulin yang dihasilkan oleh kelenjar pancreas. Klenjar pancreas terletak dilekukan usus duabelas jari yang berfungsi sangat penting untuk menjaga keseimbangan kadar glukosa darah, yaitu waktu puasa antara 6-120 mg/dl dan dalam 2 jam sesudah makan dibawah 120 mg/dl. Bila terjadi gangguan pada kerja insulin baik secara kuantitas maupun kuslitas keseimbang tersebut akan terganggu, dan kadar glukosa darah cenderung naik.

 

B. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah :

1) Menambah pengetahuan mahasiswa pada khususnya dan masyarakat luas pada umumnya tentang diabetes melitus

2) Mengetahui dan mengidenrifikasi masalah-masalah yang dihadapi dalam asuhan keperawatan pada klien dengan diabetes mellitus.

3) Mengetahui tindakan-tindakan medis dan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien cedera kepala.

4) Menentukan tujuan yang akan dicapai untuk mengatasi masalah yang ada

5) Membuat rencana asuhan keperawatan pada klien diabetes melitus sesuai dengan perawatannya

6) Melaksanakan tindakan keperawatan pada klien sesuai dengan rencana asuhan keperawatan

7) Mengevaluasi keberhasilan asuhan keperawatan yang telah diberikan

 

 

 

 

C. Metode Penulisan

Dalam penyusunan karya tulis ini, penyusun menggunakan metode deskriptif berbentuk study kasus melalui pendekatan proses keperawatan dengan pencarian fakta dari klien dengan interpretasi melalui anlisis dari kegiatan yang telah dilaksanakan.

 

D. Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan karya tulis ini adalah sebagi berikut:

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Penulisan

C. Metode Penulisan

D. Sistematika Penulisan

BAB II LAPORAN PENDAHULUAN

A. Definisi

B. Etiologi

C. Patofisiologi

D. Gambaran Klinis

E. Evaluasi Diagnostik

F. Penatalaksanaan

G. Rencana asuhan keperawatan

BAB III TINJAUAN KASUS

A. Pengkajian

B. Diagnosa Keperawatan berdasarkan Prioritas Masalah

C. Nursing Care Planning ( NCP )

D. Tindakan Implementasi dan Respon Klien

E. Catatan Perkembangan

BAB IV PENUTUP

DAFTAR PUSTAKA

BAB II

PENDAHULUAN

 

 

1.1 PENGERTIAN

Diabetes mellitus (DM) adalah keadaan hiperglikemia kronik yang disertai berbagai kelainan metabolic akibat gangguan hormonal yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah disertai lesi pada membrane basalis dalam pemeriksaan dengan mikroskop electron.

Merupakan suatu penyakit yang komplek yang melibatkan :

* Kelainan metabolisme kalori, protein, lemak dan karbohidrat

* Berkembangnya komplikasi mikrovaskuler dan neurologis merupakan penyakit endokrin hormonal

Diabetes melitus adalah sindrom yang disebabkan oleh ketidak seimbangan antara kebutuhan dan suplai insulin. Sindrom ini ditandai oleh hiperglikemia dan berkaitan dengan abnormalitas metabolik ini mengarah pada perkembangan bentuk spesifik komplikasi ginjal, okular, neurologik, dan kardiovaskuler (Hotma Rumaharbo.1997:100).

Subklas DM terbagi menjadi :

* Tipe I ( Insulin Dependent Diabetes Mellitus / IDDM )

* Tipe II ( Non Insulin Dependent Diabetes Melitus / NIDDM )

* Diabetes Melitus sekunder

* Diabetes Melitus yang berhubungan dengan malnutrisi.

Masih terdapat dua kategori lain tentang abnormalitas metabolisme glukosa :

  1. Kerusakan Toleransi Glukosa ( KTG )
  2. Diabetes Melitus Gestasional ( DMG )

 

 

1.2 ETIOLOGI

Diabetes Melitus dapat disebabkan oleh :

  1. Faktor Genetik

* secara resesif

* dominant

 

 

  1. Faktor Nongenetik / lingkungan

* Infeksi virus ( Virus Coxaokieb, rubella dan mamps )

* Nutrisi, obesitas, malnutrisi protein, alkohol pankreas

* Stress

* Penyakit endokrin, pankreas kronik

* Gaya hidup

Insulin Dependent Diabetes Melitus ( IDDM ) atau diabetes melitus tergantung insulin disebabkan oleh destruksi sel beta pulau langerhans akibat proses autoimun. Sedangkan Non Insulin Dependent Diabetes Melitus ( NIDDM ) disebabkan kegagalan relative sel beta dan resistensi insulin. Resistensi insulin adalah penurunan kemampuan insulin untuk merangsang pengambilan glukosa oleh jaringan perifer dan untuk menghambat produksi mukosa oleh sel hati.

Komplikasi

  1. Akut

a. koma hipoglikemik

b. ketoasidosis

c. koma hiperosmolar nonketolikena

  1. Kronik

a. Makroangiopati, mengenai pembuluh darah besar, jantung, tepi, dan otak.

b. Mikroangiopati, mengenai pembuluh darah kecil, retinopati diabetik

c. Neuropati daibetik

d. Rentan infeksi seperti tuberkulosis paru, ginggivitis dan infeksi saluran kemih

e. Kaki diabetik

 

 

1.3 PATOFISIOLOGI DAN PATHWAY

Karena sel berbagai penyebab kerusakan sel beta pankreas, gangguan insulin atau resistensi insulin mengakibatkan resistensi insulin menurun. Insulin yang menurun mengakibatkan hiperglikemia karena gula dalam darah tidak dapat di angkut ke dalam sel. Kondisi hiperglikemia ini berdampak pada berbagai sistem dalam tubuh. Sel akan kekurangan energi sehingga tubuh akan meningkatkan katabolisme protein, lipolistik, glukoneogenesis sebagai kompensasi untuk memenuhi kekurangan energi tersebut. Akibat dari peningkatan katabolisme ini penderita akan mengeluh lapar dan banyak makan(polipagi). Hiperglikemia akan menyebabkan tubulus ginjal tidak mampu melakukan reabsorbsi cairan ekstra sel sehingga produksi urine meningkat. Kondisi ini akan mengakibatkan pasien merasa haus dan akhirnya timbul gejala banyak minum. Pada diabetes yang tidak terkontrol dapat terjadi komplikasi karena perubahan pada pembuluh darah misalkan makroangiopati (CVD, penyakit jantung, penyakit vaskular periver, hipertensi), mikroangiopati (retinopati, nefropati) neuropati dan berbagai infeksi.

 

Tanda dan Gejala

Akibat hiperglikemia

  • Polidipsi : disebabkan oleh dehidrasi dan poliuri
  • Poliuri : akibat dari diuresis osmotik bila ambang ginjal terhadap reabsobsi glukosa dicapai dan kelebihan glukosa keluar melalui ginjal
  • Polipagia : di sebabkan oleh peningkatan kebutuhan energi dari perubahan sintesis protein dan lemak.
  • Penurunan berat badan : akibat dari metabolisme protein dan lemak
  • Keletihan

Akibat komplikasi

  • Gangren
  • Neuropati, nefropati, perubahan makrovaskular, perubahan mikrovaskular.
  • Autonemis syaraf-syaraf otonom, retinopati diabetik

 

 

Fokus Pengkajian

 

  1. Aktivitas / istirahat

Terdapat gejala lemah, letih, lesu, sulit bergerak / berjalan, kram otot, tonus otot menurun. Gangguan tidur / istirahat. Ditandai adanya takikardi, takipneu pada keadaan istirahat atau aktivitas, letargi, disorientasi, koma, penurunan kekuatan otot.

  1. Kardiovaskular

Adanya riwayat hipertensi, gejala IMA, kebas, kesemutan pada ekstrimitas, ulkus pada kaki, penyembuhan yang lama. Ditandai adanya takikardi, perubahan, tekanan darah postural, hipertensi, nadi yang menurun, tidak ada distrimia, kulit panas, kering dan kemerahan, bola mata cekung.

  1. Integritas ego

Stres, tergantung pada orang lain, kecemasan, peka rangsangan.

  1. Eliminasi

Poliuria, nokturia, nyeri kesulitan berkemih, ISK baru / berulang, nyeri tekan abdomen, diare, urin pucat, encer, poliuri, urine berkabut, bau busuk, abdomen keras, adanya asites, bising usus lemah dan menurun.

  1. Makanan dan cairan

Nafsu makan menurun mual dan muntah melanggar diet (komsumsi karbohidrat / glukosa ), haus ditandai kulit kering / bersisik, turgor jelek, distensi abdomen, muntah, nafas bau aseton.

  1. Neurosensori

Adanya gejala pusing, sakit kepala, kesemutan, kebas, kelemahan pada otot, parastesia, gangguan penglihatan. Ditandai adanya disorientasi, mengantuk, letargi, stupor / koma (tahap lanjut), gangguan memori, kacau mental, reflek tendon menurun, kejang (tahap lanjut dari DKA)

  1. Abdomen

Nyeri tegang abdomen ditandai wajah meringis dengan palpitasi tampak sangat berhati-hati.

  1. Pernafasan

Merasa kekurangan oksigen, batuk / tanpa sputum, frekuensi nafas meningkat.

  1. Kenyamanan

Kulit kering dan gatal, ulkus ditandai demam, diaforesis, laserasi, menurunnya rentang gerak, parestesia / paralysis otot.

  1. Seksualitas

Infeksi vagina, impoten pada pria, kesulitan, orgasme pada wanita.

  1. Pemeriksaan laboratorium

· Glukosa darah : meningkat 100-200 mg/dl, atau lebih

· Aseton plasma (keton): positif secara mencolok

· Asam lemak bebas : kadar kolesterol dan lipid meningkat

· Asam lemak osmolalitas : meningkat tetapi biasanya kurang dari 330 mOsm/L

· Elektrolit : natrium mungkin normal, meningkat atau menurun

· Kalium normal, meningkat selanjutnya menurun

· Fosfor lebih sering menurun

· Hemoglobin glikosilat : kadar meningkat 2-4 kali lipat mencermikan control DM yang kurang selama 4 bulan terakhir

· Gas darah arteri : pH rendah, HCO3 menurun

· Trombosit darah arteri : mungkin meningkat, hemokonsentrasi, merupakan respon terhadap stress atau infeksi.

· Ureum / kreatinin ; mungkin meningkat atau normal.

· Amylase darah ; mungkin meningkat (pankreatitis akut).

· Insulin darah : menurun / tidak, ada tipe (1), normal / meningkat (tipe II).

· Pemeriksaan fungsi tiroid, peningkatan aktivitas hormon tiroid dapat meningkatkan glukosa darah dan kebutuhan akan insulin.

· Urine : gula dan aseton positif, berat jenis, osmolalitas mungkin meningkat.

· Kultur dan sensitivitas ; kemungkinan adanya inpeksi pada saluran kemih, inpeksi pada pernafasan, dan infeksi pada luka.

PATHWAY

Kerusakan sel B.

Pancreas resisten insulin

Produksi insulin menurun

Penyakit kronik tidak bisa diobati

Ketidakberdayaan

Insulin menurun

Hiperglikemik

Kurang informasi

Kurang pengetahuan

Perosmolan diuresif korosif

Nutrisi kurang dr kebutuhan

Rasa lapar meningkat

Polipagi

Kekurangan vol cairan

Rasa haus

Sel kekurangan air

Poliuri

Produksi urine menurun

Tubulus ginjal menurun

Sel berkurang energi

Katabolisme protein, lipopisis

Glukogenesis menurun

Kelelahan

Perubahan sirkulasi

Resiko infeksi

Daya tahan tubuh menurun

Perubahan fungsi

Perubahan persepsi sensori : penglihatan

Mikroangiopati (odema, glukoma, retinopati)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1.4 DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN DIAGNOSA PRIORITAS KEPERAWATAN

  1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotic output yang berlebihan (diare, muntah), intake yang dibatasi.
  2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d kadar gula darah tinggi penurunan leukosit, perubahan sirkulasi.
  3. Resiko tinggi terhadap infeksi b.d. kadar gula darah tinggi, penurunan fungsi leukosit, perubahan sirkulasi.
  4. Resiko tinggi perubahan persepsi sensori b.d perubahan kimia endogen (ketidakseimbangan glukosa / insulin elektrolit).
  5. Kelelahan b.d penurunan produksi metabolik energi, perubahan kimia darah (insufisiensi insulin, status hipermetabolik).
  6. Kurang pengetahuan b.d tidak mengenal sumber informasi kesalahan interpretasi informasi.

 

 

1.5 NURSING CARE PLANNING

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN

TUJUAN

INTERVENSI

1

Kekurangan volume cairan b.d diuresis osmotic, output yang berlebih (diare, muntah). Intake yang dibatasi ditandai dengan: peningkatan output urine, urine lancer, BB mengalami penurunan, kulit membrane mukosa kering, turgor kulit jelek, hipotensi, takikardi, perlambatan pengisian kapiler.

Tujuan: deficit hidrasi adekuat volume cairan terpenuhi dalam waktu ± 4 hari.

Criteria :

· TTV stabil

· Nadi perifer dapat diraba

· Turgor kulit baik

· Pengisian kapiler baik output urine tepat secara individu elektrolit dalam batas normal.

 

1. Kaji riwayat mual, muntah pengeluaran urine yang berlebih.

2. Pantau TTV, catat perubahan TD ortostatik

3. Monitor frekuensi, kualitas penggunaan otot bantu pernafasan, perubahan pola nafas seperti kusmaul, nafas berbau keton

4. Monitor suhu, warna kulit, atau kelembaban

5. Kaji nadi perifer, pengisian kapiler, turgor kulit dan membran mulosa.

6. Pantau masukan dan cairan.

7. Ukur berat badan setiap hari

8. Pertahankan memberi cairan minimal 2500 cc dalam batas ditoleransi jantung.

9. Catat hal yang dilaporkan seperti mual, nyeri abdomen, muntah dan distensi lambung.

10. Kolaborasi pemberian cairan sesuai indikasi : normal salin atau setengah normal salin dengan atau tanpa dextrosa albumin, plasma atau dekstrain.

11. Pantau pemeriksaan laboratorium.ht, BUN / nitrogen, osmolalitas darah, natrium, kalium

12. Kolaborasi kalium atau kalium sesuai indikasi

13. Kolaborasi bikarbonat jika PH kurang dari 7.0

 

2

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan ketidak cukupan insulin, penurunan masukan oral, status hipermetabolisme di tandai dengan penurunan berat badan.

Kebutuhan nutrisi tercukupi dalam waktu 3x24jam dengan kriteria

· BB stabil

· Nilai laboratorium normal

· Klien dapat memilih makanan dengan anjuran diet

1. Timbang berat badan setiap hari / sesuai indikasi

2. Tentukan progm iet dan pola makanan diet

3. Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri perut, kembung, mual, muntah, pertahankan puasa sesuai indikasi

4. Identifikasi makanan yang di sukai

5. Libatkan keluarga pasien dalam perencanaan makanan

6. Observasi TTV dan tanda-tnda hipoglikemia, seperti penurunan tingkat kesadaran, kulit lembab dingin, nadi cepat, lapar, pusing, cemas.

7. Kolaborasi pemberian gula darah

8. Pantau pemeriksaan laboratorium seperti glukosa darah, aseton, , dan HCO

9. Kolabori pemberian insulin

10. Kolaborasi pemberian larutan gula

11. Kolaborasi dengan ahli gizi 60% karbohidrat, 20% protein, dan 20% lemak

 

3.

Resiko tinggi terhadap infeksi berhubungan dengan kadar gula darah tinggi, penurunan fungsi leukosit, perubahan sirkulasi

Kerusakan dan infeksi integitas kulit tidak terjadi dalm aktu 3x24jam. Kriteria

· Klien tidak mengeluh gatal

· Kidak ada luka atau gangraen

· Glukosa darah dalam batas normal

· Leukosit dalam batas normal

1. Observasi tanda-tanda infeksi dan peradangan

2. Ajarkan cuci tangan kepada orang yang berhubungan dengan pasien termasuk pasien sendiri

3. Gunakan teknik aseptik pada prosedur infasif

4. Pasang kateter, perawatan perineal dengan baik

5. Beri perawatan kulit dengan sungguh-sungguh, massage daerah tulang yang tertekan, jaga kulit tetap kering, dan kencang

6. Lakukan perubahan posisi

7. Anjurkan makan dan minum adekuat

8. Kolaborasi pemeriksaan kultur

9. Kolaborasi pemberian antibiotik

 

4.

Resiko tinggi perubahan sensori persepsi berhubungan dengan perubahan kimia endogen (ketidakseimbangan glukosa insulin / elektrolit)

Persepsi sensori tidak terganggu dalam waktu 4×24 jam. Mampu mempertahankan tingkat mental, biasanya

1. Pantau TTV dan status mental

2. Orientasi pasien terhadap tempat, orang, dan waktu.

3. Jadwal intervensi agar tidak menggangu istirahat.

4. Pelihara aktivitas klien, motivasi untuk melakukan kegiatan sehari-hari

5. Lindungi klien dari cedera, berikan bantalan lunak pada pagar tempat tidur.

6. Monitor keluhan parestesia, nyeri, kehilangan sensori pada kaki dan paha. Lihat adanya ulkus daerah kemerahan.

7. Berikan tempat tidur yang lembut. Pelihara kehangatan kaki/tangan. Hindari kontak terhadap air panas/dingin atau penggunaan bantalan pemanas.

8. Bantu dalam perubahan sensori

9. Kolaborasi : pantau nilai lab.

10. Kolaborasi : berikan pengobatan sesuai indikasi

 

5

Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi metabolik energi perubahan kimia darah (insufisiensi insulin status hiper metabolik)

Terjadi peningkatan energi dengan kriteria : standar adanya peningkatan partisifasi dalam aktivitas yang dinginkan.

1. diskusikan dengan pasien tentang kenutuhan akan aktivitas, buat jadwal perencanaan dan identifikasi aktivitas yang melelahkan

2. berikan alternatif aktivitas dengan periode istirahat yang cukup

3. pantau nadi, frek nafas dan tekanan darah sebelum dan sesudah aktivitas

4. diskusikan cara menghemat kalori selama aktivitas sehari-hari.

5. tingkatkan partisifasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari

 

6

Kurang pengetahuan berhubungan dengan tidak mengenal sumber informasi, kesalahan interpretasi informasi.

 

Mengungkapkan pemahaman tentang penyakitnya dengan criteria standar mengidentifikasi hubungan tanda atau gejala dengan proses penyakit atau factor penyebab, melakukan prosedur tindakan yang benar dan menjelaskan rasional tindakan, melakukan perubahan gaya hidup dalam program pengobatan

1. ciptakan lingkungan saling percaya dengan mendenagrkan penuh perhatian dan luangkan waktu untuk klien.

2. pilih berbagai strategi belajar seperti demonstrasi,

3. diskusikan topic-topik kadar glukosa darah normal tipe DM, hubungan kekurangan insulin dan kadar glukosa darah.

4. diskusikan tentang rencana diet.

5. tinjau ulang tentang program pengobatan

6. tinjau kembali pemberian insulin.

7. tekankan pentingnya kadar glukosa darah tiap hari, waktu dan dosis obat diet, aktivitas, perasaan atau sensasi.

8. identifikasi gejala hipoglikemia dan jelaskan penyebabnya

9. anjurkan untuk tidak menggunakan obat-obatan yang dijual bebas tanpa konsultasi dengan tenaga kesehatan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

TINJAUAN KASUS

Asuhan Keperawatan Pada Klien Ny. S dengan Gangguan Sistem Endokrin Diabetes Mellitus (DM)

 

1. Anamnesa

A. Identitas

1. Klien

Nama : Ny. S

Umur : 50 tahun

Jenis Kelamin : perempuan

Pendidikan : SD

Pekerjaan : IRT

Agama : Islam

Suku Bangsa : Sunda

Gol. Darah : –

Alamat : Rt/Rw 02/05 kel. Cimara Kec. Pasawahan KNG

Tanggal Masuk : 26/10/2007 Pkl. 16.00 WIB

No. Medrek : 513118

Ruang VI ( Ruang Peny. Dalam Wanita ):

Diagnosa Medis : DM Type II

Tgl. Pengkajian : 26/10/2007 Pkl. 19.00 WIB

Dr. Penanggung jawab : Indraji dr.

  1. Penanggung Jawab

Nama : Ny. R Agama : Islam

Umur : 38 tahun Hub. Dg klien : Anak

Jenis Kelamin : Perempuan Alamat : SDA

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : IRT

  1. Keluhan Utama

Sesak

 

  1. Riwayat Kesehatan Sekarang

Klien datang ke RSUD Gunung Jati Cirebon melalui UGD dibawa oleh keluarganya pada pukul 16.00 WIB, dengan keluhan mual, muntah, nyeri ulu hati, sesak dan sakit dada. Kesadaran : Composmentis, TD : 100/60, P : 72, R : 38x/menit, S : 37,5ْc.

Pada saat pengkajian terhadap klien Ny. S oleh perawat, klien mengatakan sesaknya bertambah apabila tidur berbaring, dan sesak berkurang apabila dalam posisi semi fowler dan dipasang Oksigen sebanyak 2 liter/menit, sesak yang dirasakan klien seperti terhimpit beban dadanya. Klien mengatakan sesaknya dirasakan di bawah dada dan punggung belakang dan sangat mengganggu aktivitas klien, sesak timbul apabila klien stress dan sifatnya intermitten, keluhan penyertanya adalah mual, muntah dan nyeri ulu hati dan pusing. Ingin BAK dan lapar.

 

  1. Riwayat Kesehatan Dahulu

Klien mengatakan bahwa sebelum dirawat di RSUD Gunung Jati, klien juga pernah mengalami Cedera Kepala akibat benturan tabrakan motor kira-kira 10 tahun yang lalu. Klien tidak tahu kalau dirinya mempunyai penyakit gula darah, keluarga juga mengatakan ketidaktahuan tentang penyakit klien, dan dianggap penyakit lansia biasa, klien selalu berobat kepada dokter umum yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Ketidaktahuan keluarga dalam merawat dan memberikan asupan Gizi bagi klien, sehingga klien menderita penyakit Diabetes Mellitus (DM), keluarga klien juga masih mempercayai bahwa sakit yang diderita klien merupakan penyakit biasa dan klien juga sering mengeluh apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya.

 

  1. Riwayat Kesehatan Keluarga

Klien adalah isteri dan ibu dari 5 orang anak, usia beliau sekarang adalah 50 tahun, sebelum dirawat di RSUD Gunung Jati Cirebon klien pernah mengalami Cedera Kepala primer akibat tertabrak kendaraan bermotor tidak sempat dirawat di rumah sakit hanya melakukan pengobatan medis di puskesmas dan pengobatan tradisional menurut keluarganya, sebelumnya klien belum pernah mengecek apakah ada gula darah yang tinggi pada dr. dan tenaga kesehatan yang klien kunjungi. Klien dan keluarganya tidak mengetahui apakah penyakitnya berasal dari keturunan dan pada anak dan cucunya tidak mengetahui ada penyakit yang sama dengan klien dan tidak ada riwayat penyakit menular seperti TB dan Hepatitis. Penyakit yang diderita cenderung dipengaruhi oleh faktor psikologi (tingkat stress) dan gaya hidup, dan kemungkinan dari salah satu anggota keturunan klien ada yang mengalami penyakit DM.

 

  1. Data Psikologi

Klien terlihat cemas dan tapmak parsah atas apa yang dialaminya. Kadang – kadang kien bertanya tentang penyakit yang disderitanya kepada perawat. Berdasarkan konsep diri peran klien terganggu karena penyakit tang dideritanya, klien tidak dapat melaksanakan peran dirinya sebagai seorang isteri, ibu dan nenek dari keluraganya karena kien harus berbaring lemah ditempat tidur, harga diri klien cenderung menurun karena penyakitnya dan pada saat anamnesa klien selalu menundukan kepala tidak berani menatap wajah perawat dan orang – orang disekitarnya seluruh keluarganya juga pasrah dengan apa yang dialami klien dan cenderung memotivasi kien agar cepat sembuh dari penyakit yang dideritanya.

 

  1. Data Sosial

Klien adalah ibu dari lima anak, isteri dari seorang suami dan nenek daroi cucunya/ klien tinggal di lingnkungan yang jauh dari keramaian kota dan tinggal disuatu kelurahan yang mayoritas penduduknya adalah bertani dan bercocok tanam. Klien bersama suaminya memesarkan kelima suaminya dengan perhatian dan kasih sayang sehingga anak – anaknya tumbuh menjadi orang – orang yang taat kepada orang tuanya dan terlihat anak dan suaminya selalu berada dismaping kien. Walau hubungan klien sangat baik dan dengan saudara, tetangga, dan masyarakat tempat tinggal aklien juga baik. Klien dikenal olah warga sebagai sosok yang rendah hati dan ramah dapat dibuktikan selama dirawat di RSUD Gunung Jati banyak warga yang membesuk klien. Dan warga merasa kehilangan dan perihatin dengan kondisi yang dialami klien.

 

  1. Data Spiritual

Sebagai insan yang taat terhadap ajaran agamanya walaupun dalam keadaan sakit klien tidak henti- hentinya berzikir. Senantiasa ingat kepada Allh SWT. Walaupun klien tidak dapat menjalankan sholat tapi klien berusaha mengerjakan sholat dengan isyarat. Keluarga juga selalu membimbing kien agar selalu ingat kepada Allah.

 

B. Pemeriksaan Fisik

1. Pemeriksaan Umum

Penampilan Umum : kien tapmak lemah, pucat, muntah, mual, pusing, sesak, nyeri dada, keringat dingin, gelisah, dan sering meringis dan memegang perut, dan penampilan fisik bersih.

Kesadaran umum : compos mentis

Berat badan : 46 Kg.

TB:160 cm

TD :100/60 mmHg

R : 20 x /menit

N : 72 x/menit, dan S : 37,5

2. Kepala

Bentik kepala sedang. Ada jejas disebelah kiri akibat cedera kapala waktu dulu, tidak ada nyeri tekan dan lesi juga benjolan, pada saat di palpasi klien terlihat nyaman , distribusi rambut rata, teratur, warna hitam dan sedikit beruban, dan kulit kepala bersih rambut panjang terurai

  1. Mata

bentuk mata simetris, warna pupil coklat, konjungtiva an anemis, skliera an ikterik, pergerakan pupil peka terhadap cahaya moisis dan midriasis dan juga isokor, pergerakan mata seimbang, tidak ada nyeri tekan dan lesi, penglihatan normal dapat dibuktikan dengan klien dapat membaca ID card perawat dari jarak 20 cm.

  1. Hidung

bentuk hidung mancung, letak septum simetris, tidak ada nyeri tekan dan polip,, penciuman klien normal dapat dibuktikan dengan tes wangi buah jeruk, dan tidak terdapat mukosa, terpasang selang oksigen 2 liter/menit untuk membantu pernafasan

  1. Bibir

warna bibir merah pucat, lembab, tidak terdapat stomatitis dan ginggipitis tidak ada nyeri tekan, gigi lengkap, warna gigi putih kemerahan, tidak terdapat caries, lidah berwarna merah muda bersih, klien dapat membedakan rasa asam pada saat klien mencicipi buah jeruk dan rasa manis pada saat minum susu,

  1. Telinga

bentuk sedang, letak simetris tidak ada nyeri tekan dan lesi, tidak terdapat serumen pendengaran normal dapat dibuktikan dengan tes weeber serta dapat menjawab pertanyaan yang diberikan oleh perawat.teling kanan dan kiri normal.

  1. Leher

warna kulit pucat, pergerakan bebas, terada kelenjar tyroid, tidak ada pembesaran kelenjar limpa dan vena jugularis. Tidak ada lesi dan benjolan. Nilai JVP normal diatas 3 cm menandakan klien tidak anemis, dan tidak ada nyeri tekan

  1. Dada

a. paru – paru

bunyi nafas vesikuler, sesak dan retraksi paru simetris, pernapasan cepat dan dangkal dan terpasang oksigen 2 liter per mnt

b. jantung

bunyi jantung irreguler, tidak ada bunyi tambahan, murmur nyeri sevbelah kiri dan menjalar kebelakang punggung kiri, tidak mempunyai penyakit bawaan.

c. letak dada simetris, bentuk payudara gede, tidak ada nyeri tekan pada payudara retraksi dada seimbang, tidak ada lesi dan benjolan. Klien menyatakan ada nyeri disebelah kiri

  1. Abdomen

Bentuk perut datar, warna kulit pucat, adanya nyeri tekan pada kuadran III, klien mengatakan mual dan muntah, tidak ada distensi abdomen, bising usus 8 x/mnt, turgor kulit normal.

  1. Genetalia

Klien mengatakan daerah genetalianya tidak ada nyeri dan kelainan juga bak sering lebih dari 4x sehari dan tidak bisa ditahan.

  1. Ekstremitas

Atas: letak simetris tidak ada atropi pada otot, akral dingin. Klien mengatakan kesemutan, pergerakan bebes tidak paralisis dengan tonus otot normal, pada lengan kanan terpasang inpus maltosa 20 tetes/mnt.

Bawah: Pergerakan bebas, adanya paralisis dan parestesia akral dingin, tidak ada nyeri tekan dan piting udema (-), dan tidak ada atropi pada otot, tidak ada luka dan gangren pada ekstremitas bawah.

 

 

  1. Punggung

Letak punggung datar, tidak ada kelainan tulang vertebra, baik skoliosis maupun lordosis, adanya nyeri pada punggung sebelah kiri pada saat klien bernapas dan menjalar ke depan, tidak ada lesi dan lecet, warna kulit pucat.

 

C. Kebiasaan Sehari-hari

1. Nutrisi

Klien mengatakan sebelum sakit pola makan klien tidak teratur, klien mengatakan biasanya makan 3x sehari dengan porsi sedang, menu : nasi, lauk pauk, sayur kacang dan buah-buahan, minum teh manis. Karena klien dan keluarga tidak mengetahui bahwa klien mempunyai riwayat diabetes mellitus, apabila klien kehausan klien sering minum teh manis dan susu setiap hari.

2. Eliminasi

tiap kali BAK, dengan warna urine pucat. BAB 2x sehari dengan konsistensi padat pada pagi dan sore hari.

3. Istirahat Tidur

Klien mengatakan tidur pada malam hari ± 8 jam dan tiba-tiba terjaga karena keinginan untuk BAK. Pada siang hari klien tidur ± 2 jam dan itu juga jarang.

4. Aktivitas

Sebelum sakit klien melakukan aktivitas sebagai ibu rumah tangga seperti memasak, mencuci dan menyiapkan kebutuhan untuk keluarganya. Klien dan suaminya adalah seorang petani, klien mudah leleh dan cape pada saat melakukan aktivitas jadi klien mengurangi aktivitas yang berlebihan.

5. Personal Hygiene

Klien mengatakan bahwa sehari klien mandi 3x sehari dan gosok gigi 2x sehari, keramas 2x seminggu, memakai pakaian ganti setiap habis mandi dan memotong kuku seminggu sekali, tidak ada penyakit kulit dan deformitas kontak.

 

Pola Aktivitas di Rumah Sakit

a. Nutrisi

Selama di rumah sakit klien makan3x sehari dengan porsi tidak habis, klien mengatakan cepat mual dan cepat kenyang sering ingin muntah, asupan kurang dari kebutuhan. Klien mengatakan kehausan dan keinginan untuk minum cukup tinggi. Klien minum air putih 10 gelas/hari dengan volume gelas 300cc

b. Eliminasi

Klien mengatakan keinginan untuk BAK yang sering sehari 5x sehari, dan klien harus bolak-balik ke toilet, selama dirawat klien belum BAB.

c. Istirahat tidur

Klien berbaring lemah dan tidur pada malam hari ± 9 jam, dan pada siang hari ± 4 jam. Klien sering terjaga pada malam hari karena keinginan untuk BAK. Dan pada siang hari klien tampak kehausan dan rasa lapar, tetapi pada saat makan muncul rasa mual dan cepat kenyang.

d. Aktivitas

Pada saat di rumah sakit aktivitas klien dibantu oleh keluarganya karena klien tampak lemah.

e. Personal Hygiene

Klien selama dirawat belum pernah mandi hanya di seka oleh keluarganya, tidak mau gosok gigi dan tidak mau keramas, klien merasa nyaman apabila telah diseka tubuhnya dengan washlap sebagai pengganti mandi.

 

 

 

D. Pemeriksaan Penunjang

a. Laboratorium

1. Tanggal 26-10-2007

GDS : Normal < 140 mg/dl Hasil : 528 mg/dl

Ureum : Normal 15-45 mg/dl Hasil : 43,2 mg/dl

Kreatinin : L : 0,6-1,1 mg/dl P : 0,5-0,9 mg/dl Hasil 1,15 mg/dl

SGOT : 38

SGPT : 29

 

2. Tanggal 27-10-2007

Glukosa N : 352 mg/dl

 

3. Tanggal 30-10-2007

Glukosa N : 192 mg/dl

Glukosa PP : 192 mg/dl

 

b. Radiologi

– photo Thorax (29-10-2007)

c. Therapi

Obat-obatan

– IVFD Maltosa 15 tts/mnt

– Ranitidine 2 x 1 ampul IV

– Metoclopiramide 3 x 1 ampul IV

– Humylin 3 x 8 unit IV, selanjutnya SC

– Antasida 3 x 1 tab peroral

Therapi oksigen 2 liter/menit

– Posisi semi fowler

– Diit bubur biasa 1500 kall

– Ranitidin 2 x 1 tab peroral

– Lasix 2 x 1 IV

– Glibenclamid 1 x 1 ½ tab peroral

– Cedorard 3 x 1 tab peroral

– Metformin 3 x 1 tab peroral

 

 

  1. ANALISA DATA

No

Data

Etiologi

Masalah

1.

DS : Klien mengeluh sering lapar dan haus terus dan sering kencing

DO : – output berlebihan

– penurunan BB

Sebelum sakit BB : 46 Kg

– selama sakit BB : 42 Kg

– kelelahan

– glukosuria

– banyak minum

– ketonuria

– sesak

– keringat dingin↓↓

 

Penurunan insulin tubuh

Glukosa cairan tidak dapat ditransfer ke jaringan

Gangguan metablisme

Poliphagia

Polidipsi

Poliuria

Defisit volume cairan

Defisit volume cairan

2.

DS : Klien mengeluh tidak bisa tidur nyenyak karena sering kencing

DO :

– Frekuensi BAK sering

– klien tampak letih

– tampak mengantuk

Osmotik diuresis ↑

Poliuria

Susunan saraf simpatis merangsang untuk mengaktifkan RAS dalam mengaktifasi kerja organ tubuh

REM menurun

Klien terjaga

Kebutuhan istirahat tidur terganggu

Gangguan istirahat tidur

3.

DS :

– Klen sering mengeluh lapar

– Nyeri di bagian abdomen kuadran III

– Mual

DO:

– Klien meringis

– Lemah, lemas

– BB turun

Sebelum sakit

BB: 46 Kg

Selama sakit

BB: 42 Kg

– nafsu makan ↓

 

Kerusakan sel B pankreas resisiensi insulin produksi insulin ↓

Hiperglikemia

Sel berkurang energi

Katabolisme protein, lipolasis

Glukoncogenesis ↑

Perubahan nutrisi kurang

 

Perubahan nutrisi kurang

4.

DS: Klien mengatakan kedua kakinya lemah dan lemas

 

DO: klien tampak letih, pucat dan lemah

 

TTV :

TD: 100/60 mmHg

N : 72 x/menit

R : 20 x/menit

S : 37,5 ْC

Insulin↓

Hiperglikemia

Sel kurang energi

Katabolisme protein, lipolisis

Glukoncogenesis ↑

Kelelahan

Gangguan aktivitas

 

 

 

 

Diagnosa Prioritas Masalah

1. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotic, output berlebih (diare, muntah). Intake yang dibatasi.

2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masuka oral, status hipermetabolisme

3. Kelelahan berhubungan dengan penurunan produksi metabolic energi, perubahan kimia darah (insufisien insulin, status hipermetabolik)

4. Gangguan istirahat tidur b.d. poliuria

 

III. NURSING CARE PLANNING (NCP)

NO

DIAGNOSA KEPERAWATAN

TUJUAN

INTERVENSI

RASIONAL

1.

Dx 1

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3×24 jam diharapkan hidrasi adekuat dengan criteria:

TTV stabil

Nadi perifer dapat diraba

Turgor kulit baik

Sesak nafas berkurang

Pengisian kapiler baik, output urine tepatsecara individu, elektrolit dalam batas normal

 

1. Monitor frekuensi, kualitas, penggunaan otot Bantu pernafasan, perubahan pola nafas seperti kusmaul, nafas berbau keton.

2. Pantau masukan dan pengeluaran cairan

3. Pantau pemeriksaan laboratorium, osmolalitas darah, kalium dan natrium.

4. Observasi TTV dan BB

5. Pertahankan memberi cairan minimal 2500cc dalam batas ditoleransi jantung

6. Kolaborasi pemberian cairan sesuai indikasi Normal salin dengan setengah normal salin dengan atau hanya dekrosa, albumin, plasma atau dekrain

7. Kolaborasi pemberian o2

8. Catat hal yang dilaporkan seperti mual, nyeri abdomen, muntah dan distensi abdomen.

1. Pola nafas klien dalam kondisi normal adalah 24-30x/menit, apabila ada penggunaan retraksi otot pernafasan berlebih menandakan klien apneu dan sesak

2. Cairan yang masuk diseimbangkan dengan cairan yang dikeluarkan untuk mencegah dehidrasi

3. Pemeriksaan darah lengkap menentukan dan memperkuat diagnosa klien dengan status DM dan untuk mengetahui apakah ada peningkatan kadar gula dalam darah atau dalam batas normal, dan pemeriksaan serum darah

4. Observasi TTV menunjukkan batas-batas normal dan memungkinkan klien dalam keadaan stabil

5. Asupan cairan yang berlebih akan mengakibatkan kerja pacu jantung meningkat

6. Pemberian cairan normal salin dapat mengurangi kadar gula dan mengencerkan gula dalam darah

7. Pemasangan o2 diharapkan membantu klien dalam mempertahankan respirasinya jika terjadi sesak dan apneu

8. Rasa mual timbul apabila klien banyak makan dan muntah bila klien minum air dingin tawar.

2.

Dx 2

Kebutuhan nutrisi tercukupi selama 3×24 jam dengan criteria:

BB stabil

Nilai labnya normal

Tingkat energi seperti biasa

Klien dapat memilih menu makanan dengan anjuran diit

1. Timbang BB tiap hari

2. Tentukan program diit dan pola makan klien

3. Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri perut, kembung, mual, muntah, pertahankan puasa sesuai indikasi

4. Libatkan keluarga klien pada perencanaan makanan

5. Observasi TTV dan tanda-tanda Hipoglikemia, seperti penurunan tingkat kesadaran, kulit lembab, dingin, nadi cepat, lapar, pusing, cemas, sakit kepala, pusing

6. Pantau pemeriksaan lab. Darah lengkap

7. Kolaborasi pemberian insulin

8. Kolaborasi dengan ahli gizi 60% CO2, 20% protein, dan 20% lemak

1. Penurunan BB dikarenakan peningkatan Hiperglikemia dalam darah sehingga O2 tidak memerlikan cadangan energi

2. Diit rendah kalori dan rendah lemak juga protein cocok untuk penderita DM

3. Peningkatan bising usus menandakan klien mudah terasa lapar, mual diakibatkan penumpukan asam lambung dan cairan

4. Hubungan keluarga yang harmonis menciptakan rasa saling memiliki satu sama lain dapat dibuktikan keluarga memperhatikan pola makan klien

5. Peningkatan insulin menyebabkan Hiperglikemia, TTV dipantau untuk mengetahui ada penurunan dalam batas-batas normal

6. Hasil pemeriksaan lab. Serum darah lengkap mempertahankan diagnosa klien dan untuk mengetahui ukuran kadar gula dalam darah apakah lebih tinggi dari normal atau dibatas nuormal

7. Pemberian insulin secara sub kutan mempercepat pemulihan keseimbangan insulin dalam tubuh

8. Diit nutrisi rendah kalori, rendah protein dapat mengurangi kadar gula dalam darah

3.

Dx 3

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3×24 jam dapat terjadi peningkatan energi dalam ADL klien dengan criteria:

– adanya peningkatan partisipasi dalam aktivitas yang diinginkan

1. diskusikan dengan klien tentang kebutuhan akan aktivitas

2. Tingkatkan partisipasi dalam melakukan aktivitas sehari-hari

3. Diskusikan cara menghemat kalori selama aktivitas sehari-hari

4. Berikan alternative aktivitas dengan periode istirahat yang cukup.

1. Memahami kebutuhan klien akan aktivitas yang diinginkannyamemutuskan perawat untuk memberikan implementasi keperawatan

2. Membiarkan klien untuk menentukan aktivitas yang bisa dilakukan terlebih dahulu dalam memenuhi ADL nya

3. Tehnik menghemat energi pada klien mencegah klien mudah lelah dalam memenuhi ADL nya

4. Tehnik nafas dalam memperkuat energi yang dikeluarkan oleh tubuh klien, dan memulihkan energi yang sudah lemah.

 

4.

Dx 4

Setelah dilakukan intervensi keperawatan selama 3×24 jam istirahat tidur tidak terganggu dengan criteria:

Klien dapat istirahat ± 6 jam/hari

Klien tampak segar

Tidak mengantuk

1. Beri penjelasan tentang pentingnya istirahat tidur untuk menjaga kebugaran tubuh

2. Bantu klien untuk BAK ditempat tidur dengan menggunakan pispot

3. Ganti/rapihkan alat tenun supaya klien merasa nyaman untuk tidur.

1. Istirahat yang paling baik adalah tidur, dan untuk menyegarkan kondisi tubuh

2. Aktivitas klien tetap terjaga, karena tidak perlu ke toilet untuk memenuhi kebutuhan eliminasi BAK/BAB nya

3. Kenyamanan klien dapat dipengaruhi oleh tempat dan suatu lingkungan, klien akan merasa nyamuan apabila melihat suasana bed dan tempat perawatnya bersih, istirahat terpenuhi.

 

 

 

 

Nama klien : Ny. S Jenis kelamin : P

Usia : 50 tahun No Medrek : 513118

Tindakan Implementasi Keperawatan

No

Dx Keperawatan

Implementasi Keperawatan

Respon Klien

Paraf

1.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dx 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pukul 19.30

WIB

 

 

 

 

 

 

 

Pukul 20.00

WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

Pukul 20.05

WIB

 

 

 

 

 

Pukul 20.05

WIB

 

 

 

 

 

 

Pukul 19.05

WIB

 

 

 

 

 

Pukul 19.10

WIB

 

 

 

 

 

 

Tanggal 26-10-2007

Pukul 19.00 WIB

1. Melakukan monitor frekuensi pernafasan klien dengan memasang O2 2 liter/menit, dan memberikan posisi semi fowler untuk mengurangi sesak yang dirasakan klien

 

2. Memantau masukan cairan dan pengeluaran cairan, klien mau dipasang infuse Maltosa dan RL 1:1 15 tts/mnt

 

3. Memantau hasil pemeriksaan lab. Dengan hasil:

GDS : 528 mg/dl

Ureum : 43,02 mg/dl

Kreatinin : 1,15 mg/dl

SGOT : 38

SGPT : 29

Klien dinyatakan diagnos DM Tipe II

 

4. Melakukan observasi TTV klien dan menimbang BB klien dengan hasil:

TD : 100/60 mmHg

N : 72x/mnt

R : 20x/mnt

S : 37,5˚C

BB sebelum sakit: 46Kg

BB selama sakit: 42 Kg

 

5. Mempertahankan dalam pemberian dalam batas normal toleransi pacu jantung. Perhari klien mendapat cairan infuse Maltosa dan RL sebanyak 3 kolf dengan perbandingan 1:1 15 tts/mnt

6. Melakukan kolaborasi dalam pemberian cairan sesuai indikasi Normal salin dan setengah Normal salin dengan atau tanpa Dekrosa, albumin, plasma atau dektrain, infuse yang digunakan adalah Maltosa dan RL yaitu cairan elektrolit kristaloid

7. Mengkolaborasi pemberian O2 2 liter/mnt untuk membantu pernafasan klien, karena klien sesak dan nyeri dada yang ditandai dengan adanya kontraksi otot pernafasan dan retraksi rongga dada.

8. Mencatat hal yang dirsakan klien seperti nyeri abdomen, mual, muntah dan distensi abdomen. Dengan hasil : mual, nyeri tekan pada abdomen kuadran III , tidak ada distensi abdomen dan lesi di daerah abdomen.

 

 

Klien nampak pucat dan mau dipasang O2 melalui selang nasal kanul, klien tampak sesaknya berkurang.

Klien tampak berkeringat dan mengatakan haus dan mau minum air putih.

Klien tampak bertanya, menanyakan apa penyakit yang dideritanya dan hasil pemeriksaan laboratorium

 

 

Klien mau diperiksa oleh perawat

 

 

 

 

 

 

 

Klien tampak kehausan dan keinginan untuk minum meningkat

 

 

 

Klien mau dipasang carian infuse dan tampak lemas

 

 

 

 

Klien mengatakan susah bernafas dan sesak, timbul keringat dingin dan adanya retraksi otot dan rongga dada.

 

Klien mengatakan adanya nyeri tekan pada perut sebelah kiri bawah, pada saat perawat mempalpasi abdomen klien, juga adanya mual.

 

2.

Dx 2

 

 

 

 

 

 

 

Pukul 19.10

WIB

 

 

 

 

 

Tgl. 27/10/2007

Pukul 08.00

WIB

 

 

 

 

 

Tgl. 26/10/2007

Pkl.20.00WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tgl. 27/10/07

Pkl. 10.00 wib

 

 

 

 

Tgl. 26/10/07

Pukul 21.00WIB

 

 

 

Tanggal 26-10-2007

Pukul 20.00 WIB

1. Menimbang BB klien pada pagi hari, diawali pada saat klien masuk diruangan perawatan. Hasilnya:

BB sebelum sakit : 46Kg

BB selama sakit : 42 Kg.

2. Mengauskultasi bising usus klien dan catat adanya nyeri perut dan kembung, mual, muntah dengan hasil: BU : 8x/mnt. Mual, adanya nyeri tekan pada abdomen kuadran III, klien makannya sedikit

3. Menentukan program diit dan pola makan klien sesuai intruksi ahli gizi, yaitu 60 % karbohidrat, 20 % protein dan 20 % lemak. Klien diberi diit bubur biasa 1500 kll.

 

 

 

4. Mengobservasi TTV dan tanda-tanda Hipoglikemia dengan hasil :

TD : 100/60 mmHg

N : 72x/mnt

R : 20x/mnt

S : 37,5˚C

Tidak ada tanda-tanda Hipoglikemia, seperti kehilangan kesadaran dan penurunan kesadaran. Kesadaran klien : Composmentis hanya ada akral dingin, pusing sedikit

5. Memantau hasil pemeriksaan lab. Dengan sample pemeriksaan darah lengkap, dengan hasil:

KGN : 352 mg/dl

KGPP : 411 mg/dl

6. Melakukan kolaborasi pemberian insulin dan terapi obat-obatan sesuai intruksi dokter yang menangani klien

Humylin 3×8 unit, secara IV dan dilanjutkan secara SC

Metoclopiramida 3×1 ampul. IV

Ranitidine 2×1 ampul, IV

Antasida 3×1 peroral

 

 

Klien mau untuk ditimbang berat badannya

 

 

 

Klien mengatakan mual dan adanya nyeri tekan pada perut kiri bawah pada saat dipalpasi oleh perawat

 

Klien makan sedikit dengan porsi tidak habis karena klien merasa mual.

 

 

 

 

Klien mau untuk diperiksa perawat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Klien mau diambil sample darahnya oleh perawat untuk pemeriksaan lab. Dan kadar gula darah.

Klien mau diinjek melalui selang infuse dan mau minum obat tablet setelah klien makan

 

 

 

 

 

 

3.

Dx 3

 

Tanggal

26-10-2007

Pukul 20.10

WIB

 

 

 

 

 

 

Pukul 20.15

WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanggal

27-10-2007

Pukul 09.00

WIB

 

 

 

 

 

Pukul 11.05

WIB

 

1. Mendiskusikan dengan klien tentang kebutuhan akan aktivitas. Klien tampak lemah pada saat pemeriksaan fisik, didapat hasil ROM: 4 4 = 75%

4 4

Adanya paralysis dan parestesia pada ekstremitas bawah. Gerakan penuh menentang gravitasi dengan sedikit penahanan ADL klien dibantu oleh keluarganya.

 

2. Meningkatkan partisipasi klien dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan cara memberikan massase pada daerah yang nyeri dan mengajarkan klien untuk memilih posisi yang paling nyaman juga membantu aktivitas klien untuk memenuhi kebutuhan ADL dan memenuhi kebutuhan nutrisi dan eliminasi klien.

 

3. Mendiskusikan cara menghemat kalori selama aktivitas sehari-hari, dapat dilakukan klien dalam memenuhi BAK dan BAB di tempat tidur dengan menggunakan pispot, untuk mencegah klien kelelahan dan mengurangi resiko terjatuh

 

 

4. Memberikan aktivitas dengan periode istirahat yang cukup. Klien diajak berbicara dan ngobrol tentang keadaan yang dirasakan klien, mengalihkan perhatian klien dengan cara membaca dan diskusi bersama keluarga yang menemanimanya juga menciptakan suasana yang aman, tenang dan nyaman supaya klien merasa nyaman dalam beristirahat

Klien tampak lemh dan mengatakan kakinya lemas dan sering kesemutan

 

 

 

 

 

 

 

 

Klien tampak kesulitan untuk bangun tidur dan kelelahan apabila bolak-balik ke kamar kecil untuk BAK dan BAB.

 

 

 

 

Klien awalnya tidak mau tapi akhirnya mau menuruti perintah perawat dan keluarganya menggunakan pispot dalam BAK nya.

Klien sering bertanya mengenai penyakitnya dan sewaktu-waktu klien menanyakan anggota keluarganya supaya menemaninya dan mendampinginya bila sedang istirahat

 

4.

Dx 4

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanggal

27-10-2007

Pukul 07.30

WIB

 

Pukul 10.00

WIB

 

 

 

 

 

Tanggal 26-10-2007

Pukul 20.30 WIB

1. Memberi penjelasan tentang pentingnya tidur untuk menjaga kebugaran

Hasil : klien mengatakan bahwa semalam tidurnya nyenyak selama ± 6 jam, tapi sempat terjaga karena ingin BAK

 

2. Membantu klien untuk BAK di tempat tidur dengan menggunakan pispot, dibantu oleh keluarganya.

 

3. Mengganti sprei dan merapihkan alat tenun supaya klien merasa nyaman

 

 

Klien tampak mengantuk dan lemah

 

 

 

 

 

 

Klien mau BAK di tempat tidur dengan menggunakan pispot dibantu oleh keluarga.

Klien mau bangun dari tempat tidur karenabednya mau diganti spreinya dan dirapihkan. Klien merasa nyaman.

 

5.

Dx 1

 

Keadaan umum : sedang, lemah, mual (-)

 

 

 

 

Pukul 10.00

WIB

 

 

 

 

Pukul 10.15

WIB

 

 

 

 

 

 

Pukul 10.45

WIB

 

 

 

 

 

Pukul 11.00

WIB

 

Pukul 12.00

WIB

 

 

 

Tanggal 27-10-2007

Pukul 08.00

1. melakukan monitor frekuensi pernafasan klien dan O2 masih terpasang 2ltr/mnt, posisi semi fowler dipertahankan

 

2. Mengganti cairan infuse RL 15 tts/mnt

3. Memantau hasil pemeriksaan lab. Dengan sample pemeriksaan darah lengkap. Hasilnya:

KGN : 352 mg/dl

KGPP : 411 mg/dl

4. Mengobservasi TTV dan menimbang BB dengan hasil:

TD : 110/80 mmHg

P : 80 x/mnt

R : 36 x/mnt

S : 36˚C

BB selama sakit: 42 Kg

5. Mencatat hal-hal yang dirasakan klien. Mual klien berkurang, nyeri berkurang pada bagian perut kiri bawah, tidak muntah dan distensi abdomen tapi klien mengeluh kepalanya pusing

6. Mempertahankan pemberian O2 2 ltr/mnt, dengan hasil sesaknya berkurang

7. Mengganti cairan infuse Maltosa dengan cairan RL : 15 tts/mnt dengan perbandingan 1:1

 

 

Klien mengatakan sesaknya berkurang dan tampak tidak ada retraksi otot Bantu pernafasan.

Klien tampak tidak pucat.

Klien mau diambil darah pada pagi hari oleh perawat sebanyak 3 ml

 

 

Klien tampak segar dan tidak cemas

 

 

 

 

 

Klien tampak tenang dan tidak mengeluh mual, tapi klien mengatakan pusing kepalanya

 

 

Klien tampak rileks dan tidak sesak lagi

 

 

Klien tampak kehausan

 

6.

Dx 2

KU : lemah

Kesadaran:

Composmentis

BB : sebelum sakit : 46 Kg

Selama sakit pada tgl 27-10-07. BB klien : 42 Kg

Pkl. 08.30 WIB

Tanggal 27-10-2007

Pukul 07.30 WIB

1. mengauskultasi bising usus klien dan catat adanya nyeri perut dan kembung, mual (-) dan muntah (-). Hasil: Bising Usus : 12x/mnt. Klien tampak merasa lapar, mual (-)

 

2. Melakukan kolaborasi pemberian insulin dan terapi obat-obatan sesuai dengan instruksi dr. penanggung jawab klien. Sesudah klien makan :

Ranitidine 2×1 tab/oral

Antasida 3×1 tab/oral

Glibenklimide 1 tab/oral

Meformin 3×1/2 tab

Neurodeck 1×1 tab

Metoklofamide 3×1/2 tab

 

 

Klien mengatakan bahwa makannya sedikit pada waktu malam hari.

 

 

 

 

Klien mau minum obat sesuai dosis dan anjuran dari perawar dan dokter.

 

7.

Dx 3

Tanggal 27-10-2007

Pukul 09.00 WIB

Mendiskusikan cara menghemat kalori selama aktivitas sehari-hari dengan cara klienBAK dan BAB ditempat tidur dengan menggunakan pispot. Klien memenuhi kebutuhan personal higiennya (mandi) dilakukan dengan diseka seluruh tubuhnya dengan air hangat, dan dibantu oleh keluarganya, klien merasa nyaman setelah mandi

 

 

Klien tampak bersih dan mengatakan tidak kesemutan lagi, tapi masih lemah saat menggunakan organ ekstremitas untuk aktivitasnya sehari-hari.

 

8.

Dx 4

Tanggal 27-10-2007

Pukul 20.30 WIB

Memberi penjelasan kepada klien bahwa istirahat yang paling baik adalah tidur yang cukup.

 

 

Klien tampak mengantuk dan mau tidur.

 

9.

Dx 1

 

KU : lemah

Kesadaran: CM

 

 

Pukul 07.30

WIB

 

 

 

Pukul 07.45

WIB

 

 

Pukul 09.00

WIB

 

 

Pukul 09.30

WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

Tanggal 30-10-2007

Pukul 07.15 WIB

1. Memantau hasil pemeriksaan lab. Dengan sample pemeriksaan darah lengkap :

KGN : 192 mg/dl

KGPP : 198 mg/dl

2. Memonitor pemberian O2 dan frekuensi pernafasan klien klien tidak menggunakan O2 lagi pernafasan normal dan tidak sesak.

3. Mencatat hal-hal yang dirasakan klien, hasil mual berkurang, nyeri berkurang, tapi masih lemas dan nampak pucat.

4. Mengganti cairan infuse dengan Maltros 10% 20 tts/mnt, untuk mempertahankan status cairan klien.

5. Mengobservasi TTV klien dan menimbang BB, dengan hasil :

TD : 110/80 mmHg

P : 84 x/mnt

R : 30 x/mnt

S : 36˚C

BB : 43 Kg ada peningkatan sebelumnya 42 Kg

 

 

 

Klien mau diambil sample darahnya.

 

 

 

Klien mengatakan tidak sesak lagi.

 

 

Klien mengatakan mualnya berkurang.

 

 

Klien merasa kehausan.

 

 

Klien dalam kondisi membaik

 

10.

Dx 2

 

KU : lemah

Kesadaran: CM

Mual (-)

BB: 43 Kg

BB sebelumnya 42 Kg

Tanggal 30-10-2007

Pukul 08.00 WIB

1. Menimbang BB klien pada pagi hari. Hasil BB sekarang 43 Kg.

2. Menentukan program diit dan pola makan klien sesuai dengan intruksi ahli gizi, yaitu 60% karbohidrat, 20% protein, dan 20% lemak. Klien diberi makanan rendah kalori dan rendah protein, sesuai intruksi ahli gizi.

3. Mengobservasi TTV dan tanda-tanda Hipoglikemia seperti kehilangan kesadaran dengan hasil:

TD : 110/80 mmHg

P : 84 x/mnt

R : 20 x/mnt

S : 36˚C

Tidak terdapat tanda-tanda Hipoglikemia.

4. Melakukan kloaborasi dalam pemberian terapi obat-obatan sesuai intruksi dokter yang menanganai klien. Klien minum obat setelah makan sesuai anjuran.

Ranitidine 3×1 tab/oral

Cedocard 3×1 tab/oral

Glibenklimide 1×11/2 tab/oral

Meformin 3×1/2 tab

laksik 2×1 ampul

 

 

Klien mau ditimbang BBnya.

Klien mau makan sedikit-sedikit dibantu oleh keluarganya.

 

 

 

 

Klien dalam kesadaran normal dan orientasi baik.

 

 

 

 

 

 

 

Klien mau minum obat dan diinjek melalui intra vena (melalui selang infusan).

 

 

 

 

 

 

11.

Dx 3

Tanggal 30-10-2007

Pukul 10.00 WIB.

Mmemberikan aktivitas dengan periode istirahat yang cukup. Klien diajak berbicara dank lien mengatakan semalam tidurnya nyenyak dan tidak ingin BAK pada malam hari

 

 

Klien tampak segar dan ceria.

 

12.

Dx 4

KU: lemah

Kesadaran: CM

Tanggal30-10-2007

Pukul 07.30 WIB

Memberi penjelasan dan menanyakan istirahat tidurnua semalam.

Klien mengatakan semalam klien tidur nyenyak, tidak ingin BAK pada malam hari, istirahat tidur terpenuhi ± 8 jam. Klien tampak segar walaupun masih lemah, dan tampak ceria dan meminta supaya berobat jalan saja dan pulang.

 

 

Klien mengatakan sudah sembuh dan minta pulang.

 

13.

Dx 1

KU: sedang

Kesadaran: CM

Sesak (-)

Mual (-)

Tanggal 31-10-2007

Pukul 09.00 WIB

1. Observasi TTV dan menimbang BB klien. Dengan hasil:

TD : 110/80 mmHg

P : 78 x/mnt

R : 24 x/mnt

S : 36,7˚C

BB sekarang 43,5 Kg

BB sebelumnya 43 Kg

Selama sakit dan dirawat di ruangan.

 

2. Memantau hasil pemeriksaan lab. Dengan sample pemeriksaan darah lengkap:

KGN : 172 mg/dl

KGPP : 168 mg/dl

 

 

 

 

 

 

Klien mengatakan ingin pulang dan sudah sembuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

Klien tampak segar dan tidak begitu pucat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Catatan Perkembangan dan Evaluasi

Nama: Ny. S Diagnosa : DM Type II

Usia : 50 tahun No Medrek : 513118

 

No

Diagnosa Keperawatan

Implementasi

1.

Kekurangan volume cairan b.d diuresis osmotic, output yang berlebih dan intake yang dibatasi.

Tanggal 31-10-2007

Pukul 10.00 WIB

S : Klien mengatakan tidak haus dan berkemihnya berkurang dan tidak sering

O :

– Klien tampak segar dan tidak pucat.

– O2 tidak terpasang, sesak tidak ada

– Observasi TTV menunjukkan batas-batas normal dengan hasil:

TD : 110/80 mmHg

P : 78 x/mnt

R : 24 x/mnt

S : 36,7˚C

– Hasil pemeriksaan lab. Menunjukkan perubahan yang drastis :

 

KGN : 172 mg/dl

KGPP : 168 mg/dl

A : Masalah klien teratasi

P : Pertahankan implementasi dan ajarkan keluarga untuk merawat klien di rumah dan dikontrol ke dokter apabila ada hal-hal yang menunjukkan hiperglikemi dan hipoglikemi.

I : Pantau masukan dan pengeluaran cairan klien.

E : Klien boleh pulang dan dirawat jalan sesuai jadwal yang diharuskan dokter, untuk mementau kgula dalam darah klien dan untuk mengetahui penyakit penyerta yang kemungkinan timbul.

 

 

2

Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b.d ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral, status hipermatabolisme.

Tanggal 31-10-2007

Pukul 10.15 WIB

S : Klien mengatakan rasa laparnya berkurang dan tidak ada nyeri tekan pada abdomen kuadran III, mual masih ada dan mau makan sedikit-sedikit.

O :

– Klien tampak bergairah dan berseri-seri

– BB klien naik 1 Kg dari 42 Kg menjadi 43 Kg.

– Klien makan dengan porsi sedang habis sesuai dengan anjuran ahli gizi diit rendah kalori dan rendah protein. Asupan gizinya yaitu 60% karbohidrat, 20% lemak, 20% protein.

– Kadar gula dalam darah klien mengalami penurunan dan tidak ada tanda-tanda Hipoglikemi

A : Masalah klien teratasi sebagian

P : Intervensi dan implementasi dilanjutkan

I :

– Memberikan dan menentukan program diit dan pola makan klien, mengkaji mual klien.

– Kolaborasi pemberian insulin dan pemberian obat-obatan sesuai intruksi dokter :

Ranitidine 3×1 IV

Cedocard 3×1 tab/oral

Glibenklimide 1×11/2 tab/oral

Meformin 3×1 tab

Antasida sirup 3×1 peroral

– Infus Maltros 20 tts/mnt dan RL dengan perbandingan pemberian 1:1

E : Kondisi klien menunjukkan tanda-tanda perbaikan dan boleh rawat jalan. Klien boleh pulang.

 

3.

Kelelahan b.d penurunan produksi metabolic enargi, perubahan kimia darah

Tanggal01-11-2007

Pukul 07.30 WIB

S : Klien mengatakan bahwa aktivitasnya masih dibantu keluarga, tapi klien mengatakan ia sudah sembuh dan ingin pulang.

O :

– Klien tampak segar

– Klien sudah bisa bangun dari tempat tidur

– Klien sudah bisa makan dan minum sendiri

– Tidak ada paralysis dan parestesia

– ROM klien baik dengan hasil:

5 5 = 100%

5 5

– Gerakan normal penuh menentang gravitasi dengan penahanan penuh.

– Klien tampak ingin berjalan-jalan.

Untuk memenuhi kebutuhan eliminasi BAB dan BAK, juga mandi klien masih dibantu oleh keluarganya ke toilet.

A : Masalah klien teratasi

P : Intervensi dan implementasi dihentikan

I :

– Memberikan kesempatan kepada keluarganya untuk membantu aktivitas klien

– Mengajarkan klien untuk menghemat energi dalam memilih aktivitas sehari-hari

– Mendiskusikan dengan klien aktivitas yang paling disukai dalam rangka pemulihan kesehatannya.

E : Kondisi klien tampak tidak kelelahan dan menunjukkan perbaikan. Klien boleh pulang dan rawat jalan.

 

4.

Gangguan istirahat: tidur b.d poliuria

Tanggal 01-11-2007

Pukul 08.00 WIB

S : Klien mengatakan semalam tidurnya pulas dan hanya sekali terjaga untuk BAK ke kamar mandi, tidurnya semalam ±8 jam

O :

– Klien tampak segar dan ceria

– Klien tampak tidak pucat dan tidak mengantuk

– Klien BAK ke kamar mandi

– Klien BAK hanya 2 x sebelum tidur dan pada waktu malam pada saat mau tidur.

A : Kebutuhan istirahat tidur terpenuhi

P : Intervensi dan implementasi dilanjutkan sebagian

I :

– Memberi penjelasan tentang pentingnya istirahat tidur untuk menjaga kebugaran

– Pantau intake dan output cairan

– Memelihara lingkungan tempat perawatan klien agar rapid an bersih untuk meningkatkan kenyamanan klien.

E : Klien tampak tidak mengantuk dan perawatan boleh di rumah dan rawat jalan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

Penyakit DM kebanyakan adalah penyakit keturunan, bukan penyakit menular. Meskipun demikian tidaklah berarti bahwa penyakit tersebut pasti menurun kepada anak. Walaupun kedua orang tua menderita DM kadang-kadang anaknya tidak ada yang menderita penyakit tersebut.

Bila dibandingkan dengan kedua orang tua yang normal yang jelas penderita DM lebih cenderung mempunyai anak yang menderita penyakit DM juga.

Kadang-kadang penderita penyakit DM tidak menunjukan gejala akut (mendadak) tetapi penderita tersebut baru menunjukan gejala sesudah beberapa bulan/tahun menghidap penyakit DM. gejala ini disebut gejala kronik (menahun).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s