Lakukan Dengan fikiran

CRF ( Cronic Renal Failure)/Gagal ginjal akut


1. Definisi CRF adalah perkembangan gagal ginjal yang progresif dan lambat (biasanya terulang beberapa tahun). Ginjal kehilangan kemampuannya untuk mempertahankan volume dan komposisi cairan utuh dalam keadaan asupan makanan normal. (Sylvia A. Price & Lorraine M. Wilson.2002.Patofisiologi – konsep klinis proses-proses penyakit volume 2 Edisi 6.Jakarta:EGC) CRF adalah keadaan irreversibel, ditandai fungsi nefron yang berkurang. Bila ginjal tidak dapat mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit, maka diperlukan dialisis (hemodialisa). (dr. jan Tambayong.2000.Patofisiologi Untuk Keperawatan.Jakarta:EGC) Jadi secara kesimpulan CRF adalah perkembangan gagal ginjal kronik yang progresif dan lambat ditandai dengan fungsi nefron yang berkurang. 2. Etiologi Sebab – sebab gagal ginjal kronik yang sering ditemukan dapat dibagi menjadi delapan kelas, yaitu : Infeksi : Pielonefritis kronik Penyakit peradangan : Glomerulonefritis Penyakit vaskuler hipertensif : Nefrosklerosis benigna Nefrosklerosis maligna Stenosis artria renalis Gangguan jaringan penyambung : Lupus eritmatosus sitemik Poliartritis nodosa Sklerosis sistemik progresif Gangguan kogenital dan heredier : Penyakit ginjal polistik Asidosis tubulus ginjal Penyakit metabolik : Diabetes militus Gout Hiperparatiroidisme Amiloidosis Nefropati toksik : Penyalahgunaan analgesik Nefropati timbal Nefropati obstruktif : Saluran kemih bagian atas : kalkuli, neoplasma, fibrosis retroperitonial. Saluran kemih bagian bawah : Hipertropi prostat, striktur uretra, anomali kongenital pada leher kandung kemih dan uretra. 3. Patofisiologi Nefron rusak karena lesi Merusak susunan anatomik pada lengkung Henle dan vasa rekta Pompa klorida pada pars asenden lengkung henle mengganggu proses aliran balik pemekat dan aliran balik penukar Hipotesis Bricker / hipotesis nefron utuh Nefron terserang penyakit Seluruh unit hancur Uremia Keseimbangan cairan dan elektrolit tidak dapat dipertahankan lagi Sisanya masih tetap bekerja normal 75% massa nefron hancur kecepatan filtrasi dan sebar zat terlarut bagi setiap nefron demikian tinggi sehingga keseimbangan glomerulus – tubulus (keseimbangan antar peningkatan filtrasi dan peningkatan reabsorpsi oleh tubulus) tidak dapat dipertahankan lagi Fungsi ginjal menurun Penurunan jumlah nefron yang berfungsi tepat Gangguan fisiologis Mempengaruhi semua sistem tubuh Membersihkan toksin dari darah Sumber : dr. Jan Tambayong.2000.Patofisiologi Untuk Keperawatan.Jakarta:EGC 4. Manifestasi Klinis Umum : Fatique, Malaise, Gagal tumbuh, debile Kulit : Pucat, Mudah lecet, Rapuh, Kepala dan leher : Fetor uremik, Lidah kering dan berselaput Mata : Fundus hipertensif, Mata merah Kardiovaskuler : Hipertensi, Kelebihan cairan, Gagal jantung Perikarditis uremik, penyakit vaskular. Pernafasan : Hiperventilasi asidosis, Edema paru, Efusi pleura Intestinal : Anoreksia, Nausea, Gastritis, Ulkus peptikum, Kolitis Uremik.. Kemih : Nokturia, Poliuria, haus, Proteinuria Reproduksi : Penuruan libido, Impotensi, Amenore, Infertilitas Saraf : Letargi, Malaise, Tremor, Kejang, Koma Tulang : Hiperparatiroidisme, Defisiensi vitamin D Sendi : Gout, Pseudogout, Klasifikasi ekstra tulang. Hematologi : Anemia, Defisiensi imun, Mudah mengalai perdarahan 5. Penatalaksanaan • Tentukan dan tata laksana penyebabnya • Optimalisasi dan pertahankan keseimbangan cairan dan garam Biasanya diusahakan hingga tekanan vena jugularis sedikit meningkatkan dan terdapat edema betis ringan. • Diet tinggi kalori dan rendah protein Menghilangkan gejala anoreksia dan nausea dari uremia, menyebabkan penurunan ureum dan perbaikan gejala. • Kontrol hipertensi Dapat mengakselerasi dengan hasil akhir gagal jantung kiri • Kontrol ketidakseimbangan elektrolit Biasanya terjadi pada pasien yang sangat kekurangan garam dan dapat diperbaiki secara spontan dengan dehidrasi, Namun perbaikan yang cepat dapat berbahaya • Mencegah dan tata laksana penyakit tulang ginjal Hiperpofatemia dikontrol dengan obat yang mengikat posfat. • Deteksi dini dan penyakit infeksi Pasien uremia harus diterapi sebagai pasien imunosupresif dan diterapi lebih ketat • Modifikasi terapi obat dengan fungsi ginjal • Deteksi dan terapi komplikasi • Persiapan dialisis dan program tranplantasi Segera dipersiapkan setelah gagal ginjal kronik terdeteksi 6. Komplikasi • Sistem gastroentestinal : Anoreksia, Nausea dan Vomitus dan Gangguan metabolisme protein dalam usus • Sistem integumen : Kulit pucat akibat dari anemia, dan kekuning-kuningan akibat dari urokreatinin, gatal-gatal • Sistem hematologi : Anemia, Hemolisis, Defisiensi besi, Asam folat • Sistem neurologi dan muskuluskeletal : Boring let sindrom, enselopati metabolik • Tulang : Osteodistrofi renal • Elektrolit : Hipokalsemia, Hiperfosfalemia, Hiperkalemia ( Silavavi, Anany : 1997) 7. Pemeriksaan Diagnostik 1. Urine ( Volume, Warna, Berat jenis, PH, Osmolalitas, Klires kreatinin, Natrium, Bikarbonat, Protein, Warna tambahan ) 2. Darah ( HB, PH, BUN/Kreatinin, Osmolalitas serum, Kalium, Natrium dan protein ) 3. KUB ( Abdomen ) : Menunjukan ukuran ginjal/ureter/kandung kemih adanya kista, tumor, dan perpindahan ginjal atau obstruksi. 4. Scan CT : Gambaran bagian menyilang dari ginjal dan saluran perkemihan mendeteksi adanya/luasnya penyakit 5. EKG : Mungkin abnormal meunjukan ketidakseimbangan elektrolit dan asam/basa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s