Lakukan Dengan fikiran

KONTRASEPSI PIL


 

1. Definisi

Obat yang berbentuk pil, tablet atau kapsul yang berisi hormone estrogen dan progesterone untuk mencegah timbulnya kehamilan dengan cara peroral.

Pil merupakan alat kontrasepsi yang sampai saat ini dianggap paling efektif, selain mencega terjadinya ovulasi, pil juga mempunyai efek lain terhadap traktus genitalis,seperti menimbulkan perubahan – perubahan pada lendir serviks, sehingga menjadi kurang banyak dan kental, yang mengakibatkan sperma tidak dapat memasuki kavum uteri.

 

2. Cara kerja

Pil – pil hormonal terdiri atas komponen estrogen dan progesteron, atau oleh salah satu dari omponen itu. Hormon steroid sintetik dalam metabolismenya sangat berbeda dari hormone steroid yang dikeluarkan oleh ovarium, umumnya dapat dikatakan bahwa komponen estrogen dalam pil dengan jalan menekan sekresi FSH menghalangi maturasi folikel dan ovarium. Karena pengaruh estrogen dari ovarium tidak ada, tiadak terdapat pengeluaran LH. Ditengah – tengah daur haid kurang terdapat FSH dan tidak ada pening katan kadar LH menyebabkan ovulasi terganggu. Komponen progesteron dalam pil kombinasi memperkuat kasiat estrogen untuk mencegah ovulasi, sehingga dalm 95 – 98 % tidak terjadi ovulasi selanjutnya, estrogen dalm dosis tinggi dapat pula mempercepat perjalanan ovum dan enyulitkan terjadinya implantasi dalam endometrium dari ovum yang sudah dibuahi.

Komponen progesteron daam pil kombinasi seperti disebut di atas memperkuat daya ekstrogen untuk mncegah ovulasi. Progesteron sendiri dalam dosis tinggi dapat menghambat ovulasi akan tetapi tidak dalam dosis rendah.

Progesteron memepunyai kasiat sebagai berikut :

1. Lendir serviks uteri menjadi lebih kental, sehingga menghalangi penetrasi sperma untuk masuk dalam uterus.

2. Kapasitas sperma yang perlu untuk memasuki ovum terganggu

3. Beberapa progesteron tertentu seperti noretrinodrel memepunyai efek antiestrogenik terhadap endometrium, sehingga menyulitkan implantasi ovum yang telah dibuahi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Keuntungan

Ø Kontrasepsi yang sangat efektif

Ø Tidak menggagu senggama

Ø Reversibilitas atau pemulihan kesuburan tinggi

Ø Efektifitas dapat dipercaya ( daya guna teoritis hampir 100 % dengan daya guna pemakaian 95 – 98 % )

Ø Siklus haid jadi teratur

Ø Keluhan – keluhan dismenore yang primer menjadi berkurang atau hilang sama sekali

 

4. Macam Pil

a. Type Kombinasi

Tiap tablet berisi estrogen dan progesteron dalam dosis tertentu biasanya dalam satu rangkaian terdapat 20, 21atau 22 tablet.

Contoh : – Previson ( 20 )

- Oural, euginon, ovulan ( 21 )

- Lyndiol ( 22 )

b. Type urutan ( sequential )

Biasanya terdiri dari 21 tablet. Didalam rangkaian tersebut, No 1 s/d 15 atau 16 berisi estrogen.

Tablet No 16 atau 17 dn berikutnya berisi campuran estrogen dan progesteron.

Contoh : Ovin

c. Type berangkai ( serial )

Hampir sama dengan type kombinasi atau type urutan, ditambah beberapa tablet ( biasanya 7 buah ) yang berisis vitamin atau mineral ( tidak berisi hormon )

Contoh : – Ovulen Fe 28

- Euginon ED

 

Cara pemakaian pil

1    Rangkaian pil berisi 20, 21, dan 22 tablet. Mulai diminum pada hari ke-5 haid ( harinya harus diingat ) diteruskan sampai habis, kemudian istirahat dan mulai lagi dengan rangkaian pil yang baru pada hari yang sama ( dalam minggu berikutnya )

2 Rangkaian pil yang berisi 28 tablet ( type berantai ). Mulai diminum pada hari pertama haid dan dilanjutkan terus tanpa terputus dengan rangkaian baru, tanpa menghiraukan ada tidaknya haid.

Selanjutnya supaya diperhatikan petunjuk sebagai berikut :

Ø Pil diminum pada waktu yang sama setiap hari, sebaiknya malam hari sebelum tidur.

Ø Bila lupa minum, pil yang terlupa segera diminum setelah ingat. Disusul pil yang seharusnya diminum hari itu ( jadi pada hari itu mnum dua pil )

 

 

 

Ø Bila lupa minum pil dua hari berturut –turut, dirinya harus dianggap tidak terlindung terhadap kemungkinan hamil. Sehingga disamping minum pil seperti biasa ia harus pula memakai kondom atau cara KB lainya ( perhatikan, apakah haid berikutnya datang )

Ø Bila lupa minum pil tiga hari berturut – turut, mungkin si ibu akan mengalami haoid, hentikanlah minum pil dari bungkus ini dan mulailah pil pertama dari bungkus yang baru pada hari ke lima haid tersebut

Ø Oleh karena pil dapat mengurangi reproduksi ASI, maka bagi para ibu yang menyusui sebaikny atidak menggnakan pil sebagai alat kontrasepsi.

 

 

 

5. Indikasi Pemakaian pil

Pil dapat diberikan pada semua wanita bersuami yang memenuhi syarat – syarat sebagai berikut :

Ø Tidak sedang hamil

Ø Tidak ada kontra indikasi

 

6. Kontra indikasi pemakaian pil

Tidak semua wanita dapat menggunakan pil kombimasi untuk kontrasepsi, kontraindikasi terhadap penggunaanya dapat dibagi dalam kontra indikasi mutlak dan relatif :

a. Kontraindikasi mutlak

Ø Tumor – tumor yang dipengaruhi estrogen

Ø Penyakit – penyakit hati yang  aktif, baik akut atau menahun

Ø Perna mengalami thromboplebitis, trombo – emboli, kelainan serebrovaskuler

Ø Diabetes melitus, dan

Ø Kehamilan

a. Kontra indikasi relatif

Ø Depresi

Ø Migrain

Ø Mioma uteri

Ø Hipertensi

Ø Oligomenorea dan amenorea

 

7. Efek samping

Hormon – hormon dalam pil harus cukup kuat untuk dapat mengubah proses biologik, sehingga ovulasi tidak terjadi, oleh karena itu tidak mengherankan jika kadang – kadang timbul efek samping. Efek tersebut pada umumnya ditemukan pada pil kombinasi dengan kelebihan estrogen atan pada pil dengan klebihan progesteron. Perlu juga diketahui bahwa antara jenis – jenis progesteron terdapat perbedaan mengenai efek tambahan, yakni efek estrogenik atau efek androgenik atau efek metabolik

 

.

a. Efek samping yang masih dianggap ringan :

Ø Efek karena kelebihan estrogen

Efek yang sering terdapat ialah rasa mual, retensi cairan, sakit kepala, nyeri pada mamma, rasa mual kadang –kadang disertai muntah, diare dan perut terasa kembung

Ø Efek samping karena kelebihan progesteron

Progesteron dalam dosis yang berlebihan dapat nenyebabkan perdarahan tidak teratur, bertambahnya nafsu makan disertai bertambahnya berat badan, kadang –kadang mamma mengecil, hipomenorea. Bertambahnya berat badan, .karena progesteron kiranya disebabkan oleh bertambahnya nafsu makan dan efek metabolik horomon.Progesteron dapat mengakibatkan mengecilnya mamma, jika hal ini tidak disenangi oleh aseptor, dapat diberikan kepadaya pil dengan estrogen lebih banyak.

b. Efek samping yang berat

Bahaya yang dikuatirkan dengan pil ialah trombo – emboli, termasuk tromboplebitis, emboli paru, dan trombosis otak.

 

8. Penanggulangan

Hal – hal yang perlu dilakukan apabila terjadi gejalah sampingan antara lain sebagai berikut :

Ø Perdarahan diluar haid ( spotting, breaktrough bleeding )

Bila spooting ringan diberikan penjelasan pada peserta KB bahwa keadaan

Tersebut hanya sementara

Ø Rasa mual

Berikan vitamin berat badan, ganti dengan pil yang mengandung estrogen

Lebih rendah

Ø Acne

Ganti dengan pil yang mengndung estrogen yang lebih tinggi dengan

Progesterone yang tidak bersifat androgenik

Ø Candidiasis vaginal

Berikan anti mycotic,ganti dengan pil yang mengandung estrogen lebih tinggi

Ø Nyeri kepala

Ganti dengan pil yang mengandung estrogen lebih rendah atau hentikan penggunaan pil,ganti dengan cara KB lainya

Ø Penambahan berat badan

Pemakaian pil sebaiknya dihentikan dang anti dengan cara KB lainya

Ø Varieses atau tromboplebitis

Hentikan penggunaan pil dan peserta KB perlu mendapat perawatan khusus

Ø Hipertensi

Apabila lebih dari 160/105 mmHg maka penggunaan pil harus dihentikan dan perlu mendapat perawatan khusus

 

 

 

 

Ø Kegagalan ( kehamilan )

Pemakaian pil sebaiknya dihentikan dan peserta KB supaya dirujuk ke dokter untuk tindakan penanggulangan.

 

9. Tindak lanjut dan pengawasan

Untuk pertama kali seorang peserta hanya diberi satu rangkaian pil dan dimnta datang kembali setelah pil hampir habis. Pada peserta yang cocok ( sesudah diadakan pemeriksaan ulangan ) dapat diberi pil sekaligus tiga rangkaian untuk 3 bulan.

Ø Hal – hal yang perlu diperhatiakan sewaktu pemberian pil ulangan : Teliti apakah pil diminum secara cermat dan teratur seperti apa yang telah kita beritahuan, apakah terdapat keluhan

Ø Yang diperiksa pada pemeriksaan ulangan ialah : Tekakan darah, berat        badan, dan denyut nadi.

Ø Pemberian pil dihentikan apabilah :

a. Denyut nadi > 120 x/menit

b. Phlebitis

c. Tekanan darah > 140/100x/menit mmHg disertai sakit kepala yang hebat

Ø Setahun sekali sebaiknya dilakukan pemeriksaan berikut :

a. Kelenjar gondok ( membesar atau tidak )

b. Ada tidaknya varises

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

1. Pedoman petugas fasilitas pelayanan keluarga berencana

2. Direktorat bina kesehatan keluarga

3. Direktorat jenderal pembinaan kesehatan masyarakat departemen kesehatan RI tahun 1991

4. prof.dr hanifa wiknjosastro,DSOG, ilmu kandungan, edisi 2 cetakan ke 3, jakarta 1999

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.